oleh

Mas Faidi, Pengamat Hukum Tata Negara Asal Madura yang Produktif

Kabarmadura.id/PAMEKASAN-Ahmad Faidi nama lengkapnya. Banyak orang memanggilnya dengan sebutan Mas Faidi. Panggilan tersebut mencuat kala dirinya menempa ilmu di Pondok Pesantren Annuqayah.

Mas Faidi adalah seorang yang hobi berolahraga, tapi dia mengakui bahwa olahraga yang disukainya tergolong ringan.

Mas Faidi juga dikenal sebagai orang yang hobi membaca, karena baginya membaca dapat menghilangkan beban kehidupan yang kadang dianggap ribet.

“Membaca adalah kunci utama dalam menambah pengetahuan,” ujarnya.

Selain berolahraga dan membaca, laki-laki kelahiran Sumenep tahun 1983 juga dikenal sebagai pemuda yang hobi menulis, sangat produktif dalam dunia kepenulisan.

Beberapa karyanya yang telah diterbitkan: The Spirit of Islamic Law; Membongkar Teori Berhukum Statis, Menuju Hukum Islam Dinamis (2014); Islam dan Sistem Pemerintahan Ideal (2011); Sejarah Politik Islam: Panggung Pergulatan Politik Kekuasaan Dari Timur Tengah Hingga Asia Tenggara (2012); Mozaik Sejarah Pemikiran Islam, (2011); Optimalisasi Fungsi Lembaga Legislatif, Upaya Mewujudkan Prinsip Good Governence (2012); Rekonstruksi Sistem Hukum Nasional (2019); dan Sistem Kekhalifahan Dalam Bingkai Politik Arab (2018).

Dengan beberapa karyanya yang semuanya tentang ketatanegaraan, tidak diragukan lagi bahwa banyak orang yang menyebutnya sebagai pengamat Hukum Tata Negara.

Dilihat dari riwayat pendidikan tenyata Mas Faidi pernah menempuh pendidikan MI dan MTs Nasy’atul Muta’allimin, Candi, MAK Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep; S1 Fakultas Syariah & Hukum, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta; S2 Program Studi Magister Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta (2013), Program Studi Agama dan Lintas Budaya Sekolah Pasca Sarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogayakarta (2010), dan Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Konsentrasi Sejarah Pemikiran Politik Islam (2011).

Sejak pendidikan S1-nya, Mas Faidi aktif menekuni kajian Islam dan Politik Kenegaraan hingga menjadi Direktur Forum Kajian Islam Kontemporer (ForKIK) dan Pimpinan Umum Jurnal MAZHABUNA Fakultas Syari’ah UIN Sunan Kalijaga.

Sejak menempuh pendidikan S2-nya, ternyata Mas Faidi mempunyai nilai yang sangat inspiratif sekali, S2-nya mengambil tiga (3) jurusan yang berbeda-beda, maka pantas kalau 2008 lalu Mas Faidi sempat mendapatkan kesempatan untuk menempuh pendidikan Master pada bidang Religious and Cultural Studies dengan fokus kajian Islamic Political di Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Dia lulus pada tahun 2010 dengan predikat sangat memuaskan.

Semua itu dicapai Mas Faidi melalui prinsip kehidupannya yang cukup menggugah: “Think to do the best and don’t think to be best.” Artinya: Berfikirlah untuk selalu berbuat atau melakukan yang terbaik, dan jangan hanya berpikir bagaimana menjadi yang terbaik.

Selain sebagai pengamat, Mas Faidi tidak pernah meninggalkan dunia akademisinya untuk tetap menularkan ilmu ke anak bangsa ini. Mas Faidi pernah menjadi dosen tamu di STIB Banyuwangi 2006 sampai 2010, Universitas Bakti Indonesia Banyuwangi 2008 sampai 2012, dan STAI al-Karimiyah Braji Sumenep 2013 sampai 2016. Profesi sebagai dosen itu tidak pernah Mas Faidi tinggalkan, sampai saat ini dia masih menjadi dosen di INSTIKA Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep dan IAIN Madura.

Selain menjadi dosen tetap fakultas Syariah IAIN Madura, Mas Faidi juga menjabat sebagai ketua program studi Hukum Tata Fakultas Syari’ah IAIN Madura. (01km/nam)

Komentar

News Feed