oleh

Masalah Agraria di Kabupaten Sumenep Semakin Darurat

Kabarmadura.id/SUMENEP-Masalah ekologi atau lingkungan terutama pembelian lahan secara besar-besaran oleh pemodal besar di Sumenep terus menjadi perhatian.

“Permasalahan ini penting untuk terus kita kaji, bukan sekadar hanya membangun wacana-wacana, tetapi memang karena wacana adalah awal dari perubahan. Keadaan lingkungan kita, khususnya masalah agararia, semakin darurat. Banyak para oligarki yang masuk ke Sumenep merebut lahan-lahan kita,” kata Ketua Front Nahdliyin untuk Kedaulatan Sumber Daya Alam Cabang Sumenep Moh Roychan Fajar, Rabu (27/3).

Roychan menambahkan bahwa akar dari semua itu adalah sistem dan kebijakan pemerintah yang dinilai tidak benar-benar berpihak kepada rakyat kecil, hanya kepada pengusaha saja.

“Permasalahan ekologi di Sumenep banyak.  Misalkan pencemaran air laut yang disebabkan oleh limbah tambak, dominasi kepemilikan lahan oleh elit penguasa melalui jejaring oligarki yang menyebabkan ketimpangan kepemilikan lahan,” tambah Roychan.

Matroni, aktivis lingkungan di Sumenep mengungkapkan, ranah ekologi pada akhirnya masuk ke dunia politik karena masalah tersebut tergantung dengan kebijakan yang diberlakukan untuk keberlangsungan lingkungan.

Untuk menghadapi semua itu, masyarakat mempunyai berbagai tugas mulia untuk terus memperjuangkan masalah lingkungan yang terus berkembang di tengah-tengah masyarakat.

Masalah ekologi, menurutnya, bukan hanya terjadi di daerah lokal Kabupaten Sumenep, tetapi juga terjadi di skala nasional. (mad/rei)

Komentar

News Feed