oleh

Masalah Belanja Darah Senilai Rp2,3 Miliar Berdampak Temuan Baru

KABARMADURA.ID, SAMPANG-Sikap tertutup terkait besarnya anggaran belanja darah, akhirnya merembet ke masalah lain. Ada dugaan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Moh. Zyn Sampang tidak hanya bermasalah dengan belanja darah, namun ada sejumlah penganggaran lain yang didugatidak transparan.

Penganggaran sebagian ada yang muncul di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Setkab Sampang. Sebagai badan layanan umum daerah (BLUD), RSUDdr. Moh. Zyn bersifat mandiri dalam mengelola keuangan.

Imformasi yang dirangkum Kabar Madura, beberapa kejanggalan dalam penganggaran diantaranya belanja darah senilai Rp2,3 miliar selama setahun,pengadaan kaos seragam olah raga senilai Rp600 juta lebih dan belanja air selama setahun mencapai Rp840 juta.

Beberapa penganggaran lain yang tidak terperinci,seperti pengadaan bahan laboratorium yang mencapai Rp 1,4 miliar. Yanglebih fantastis, penganggaran yang terinci di rencana kerja dan anggaran (RKA) BLUD, yakni pengadaan alat kedokteran umum yang mencapai Rp4,3.miliar.

Anggota Komisi IV DPRD Sampang Moh. Iqbal Fathoni membenarkan hal itu. Menurutnya, RSUD selama ini tidak transparan soal rincian. Bahkan beberapa hari terakhir pihaknya meminta perincian lagi. Namun belum diberikan.

“Saat pembahasan dan pasca pembahasan anggaran saya minta perinciannya. Memang belum diberikan,” katanya.

Pria yang akrab disapa Bung Fafan itu mengaku, pengelolaan keuangan di RSUD memang mandiri. Karena berbentuk BLUD. Namun menurutnya, selama ini tidak ada perincian anggaran mulai pengajuan saat pembahasan di komisi dan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sampang.

Dia juga mengungkapkan, di RKA BLUD terdapat penganggaran senilai Rp60 miliar. Namun, tidak ada perincian pembelanjaan. Sehingga pihaknya sempat menanyakan rincian kembali pasca pembayaran. Namun sampai saat ini, selain RKA yang tidak terperinci, tidak ada dokumen lain yang diserahkan rumah sakit ke DPRD.

Sementara pada Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Sampang, jadwal kontrak dan penyediapengadaan darah di RSUD dr. Moh. Zyn dimulai sejak Januari 2021.

Sayangnya, Direktur RSUD dr. Moh. Zyn Sampang, Titin Hamidah kembali tertutup saat dikonfirmasi. Pihaknya enggan menjelaskan soal anggaran belanja darah. Berusaha didatangi ke meja kerjanya tidak berhasil. Bahkan berusaha dikonfirmasi melalui nomor ponselnya tidak ada tanggapan. (man/waw)

 

 

Komentar

News Feed