Masalah Terima PIP setelah Lulus Bakal Diadukan ke Kemensos

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M.) MENJELASKAN: Kepala SDN Kemayoran 2 Bangkalan Khotiahmenjabarkan alasan PIP siswanya baru cair setelah siswa penerimanya lulus dari sekolahnya.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN -Pencairan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) untuk siswa sekolah dasar (SD) setelah lulus, disayangkan olehKetua Komisi D DPRD Bangkalan Nur Hasan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan.

Siswa  tersebut kini duduk di kelas IX di salah satu madrasah tsnawiyah negeri (MTsN) di Bangkalan.

Bacaan Lainnya

Nur Hasan menilai hal itu tidak seharusnya terjadi. Apalagi, ada beberapa siswa lain di Bangkalan yang mengalami hal serupa. Menurutnya, dana PIP harusnya cair tepat waktu. Sebab, dana tersebut dirancang pemerintah untuk membantu kebutuhan siswa.

“Teknis pencairannya seperti apa saya kurang tahu. Tapi yang namanya bantuan harus diberikan tepat waktu dan tepat sasaran. Itu kan untuk membantu kebutuhan siswa, masak dicairkan usai lulus, terlebih 3 tahun setelah lulus,” ujarnya.

Atas kejadian itu, dia akan berkirim surat pada Kementereian Sosial (Kemensos). Tujuannya agar proses pencairan dana bantuan PIP tersebut tepat waktu dan dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan siswa.

“Kami akan minta Kemensos agar bisa dicairkan tiap semester dan tidak menimbulkan permasalahan seperti ini,” imbuh Nur Hasan.

Sementara itu, Kepala Sekolah SDN Kemayoran 2 Khotiah yang sempat dipermasalahkan karena masalah itu mengungkapkan, sebenarnya tidak ada masalah dengan kejadian tersebut. Hanya ada misskomunikasi antara orangtua siswa dengan pihak sekolah.

Sebab, buku tabungan dibawa oleh orangtua penerima PIP dan pencairan sudah dilakukan bulan Februari ini. Alasan baru mencairkan PIP tiga tahun setelah siswa tersebut lulus, karena kurang mengertinya pihak orangtua siswa.

“Buktinya kemarin sudah saya tunjukkan di Dewan Pendidikan Bangkalan. Sekolah tidak ada masalah. Hanya pihak pelapor tidak konfirmasi kepada sekolah,” Khotiah menjelaskan.

Selama ini, imbuh Khotiah, pihak orangtua siswa sudah mencairkan PIP itu. Sementara pihak sekolah hanya memberikan rekomendasi dan mengantarkan.

Dia juga menilai, orangtua siswa tersebut hanya menganggap bahwa PIP anaknya tidak cair. Padahal,PIP tersebut hanya terlambat cair dan pihak orangtua tidak mengetahui bahwa sudah cair. Sehingga berlarut hingga siswa itu lulus.

“Pelapor dan orangtua ini hanya menduga gitu. Sehingga saya bingung juga ketika di media sosial sekolah kami disebutkan mengambil uang PIP,” tandasnya. (ina/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *