Masalah Trawl Timbulkan Korban, Satu Nelayan Dikeroyok Nelayan Lain

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) NAHAS: Nelayan Arosbaya bentrok dengan nelayan asal Gresik di perairan Arosbaya, Bangkalan, Sabtu (14/2/2020).

KABARMADURA.ID, BANGKALAN, AROSBAYA-Nelayan asal Gresik bentrok dengan nelayan Arosbaya. PenyebabnyanelayanArosbaya ingin mengklarifikasi penggunaan trawl. Bentrokan terjadi di perairan Arosbaya. Pihak nelayan Arosbaya jadi korban. Sumli,nelayan berusia 42 tahun itu menderita luka di kepala. Didugaakibat pengeroyokan.

Ketua Pokmaswas Nelayan Arosbaya, Bilal menceritakan, kejadian berlangsung sekitar pukul 08.30. Berdasarkan informasi darinya,awalnya nelayan asal Gresikterlihat menjaring ikan menggunakan jaring trawl.

Bacaan Lainnya

Setelah sampai diatas perahu, korban dikeroyok tiga orang dengan sajam dan jangkar hingga luka.

“Korban nelayan Arosbaya dibacok kepalanya, ditabrak lalu nelayan Arosbaya naik keperahu untuk minta penjelasan,” cerita Bilal tentang kronologi kejadian.

Korban mengalami luka dikepala sedalam 0.5 cm, dengan panjang 10cm dan mendapat 11 jahitan. Termasuk luka dan memar ditangan akibat dipukul pakai jangkar besi.Setelah dikeroyok danterluka, kemudian dibuang ke laut.Perahu nelayan Arosbayajuga rusak.

Para nelayan Arosbaya lainnya berhasil mengamankan korban.Juga dibawa ke Puskesmas Arosbaya. Tetapi pelaku kabur. Sehingga belum bisa ditangkap. Kejadian itu sudah dilaporkan ke polisi. Kini menunggu tindak lanjutnya.

“Kami berharap pelaku segera ditangkap, sebab, kami sudah melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib,” ungkap Bilal.

Kasatpolair Polres Bangkalan AKP Ludwi membenarkan kejadian tersebut. Tetapi pihaknya belum tahu informasi lebih detail soal pelaku dan korban. Tetapi dia mengetahu bahwa konflik itu terjadi antara nelayan Arosbaya dan Gresik.

“Iya benar, informasi yang kami dapat pelakunya nelayan dari Gresik, akan kami cari informasi lebih lanjutnya,” tuturnya untuk menegaskan bahwa akan menindaklanjuti laporan itu.

Sedangkan untuk menindaklanjuti lebih jauh, dia perlu mengumpulkan informasi dari berbagai sumber. Setelahnya baru ada tindakan lanjutan.

“ Kami telusuri secepatnya dan mengumpulkan informasi dan bukti-bukti yang ada,” pungkasnya.

Kasus yang dipantik masalah penggunaan jaring trawl ini bukan kali pertama. Catatan Kabar Madura, pada 2017 lalu, nelayan Arosbaya juga satu unit perahu dan empat nelayan asal Lamongan karena menjaring ikan menggunakan trawl.

Kejadian serupa kembali terjadi pada November 2019. Kali ini Satpolair Polres Bangkalan mengamankan empat nelayan asal Gresik yang menggunakan trawl. Pada Februari 2020, juga diamankan dua unit kapal dan 9 nelayan dengan kesalahan yang sama.

Lima bulan kemudian, atau pada Juli 2020, Satpolair kembali mengamankan satu unit kapal nelayan menggunakan trawl.  September 2020, nelayan asal Lamongan juga kembali kedapatan menggunakan trawl. Empat anak buah kapalnya (ABK) ditangkap nelayan dan diserahkan ke Polres Bangkalan.

Para nelayan Bangkalan juga sudah berulangkali meminta meminta agar sanksi penggunaan trawl diperberat. Salah satunya dengan mengadu ke Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bangkalan. Mereka minta ada revisi sanksi yang tertera di pasal 85 sub pasal 9 Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang perikanan itu. (km59/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *