Masifkan Vaksinasi, Dinkes Sampang Dekatkan Pos Layanan ke Masyarakat

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IST FOR KM) ABDULLAH NAJICH: Kepala Dinkes dan KB Sampang

 

KABARMADURA.ID | SAMPANG-Untuk terus mendorong capaian vaksinasi Covid-19, Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes dan KB) Sampang terus gencarkan sosialisasi dan komitmen laksanakan kegiatan vaksinasi dengan menggandeng semua aspek dari berbagai elemen masyarakat.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinkes dan KB Sampang dr. Abdulloh Najich menuturkan, hingga saat ini, capaian vaksinasi relatif masih rendah, yakni sekitar 26,30 persen. Untuk itu, pihaknya berkomitmen terus gencarkan pelayanan vaksinasi.

Upaya memasifkan vaksinasi itu akan dimulai dari tingkat desa/kelurahan melalui puskesmas pembantu (pustu), polindes dan pasar tradisional serta tempat keramaian lainnya yang tersebar di berbagai wilayah.

Memaksimalkan peran pustu dan polindes yang tersebar di berbagai wilayah itu, menurut dr. Abdulloh Najich, dalam rangka berupaya menggunakan pendekatan berbasis masyarakat, yakni dengan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

Untuk mendekatkan pelayanan ke masyarakat itu, juga dilakukan lewat kerja sama serta berkoordinasi dengan forum komunikasi pimpinan kecamatan (forkopimcam) di semua kecamatan di kabupaten yang dikenal dengan slogan kota Bahari itu.

“Yang jelas dari semua aspek dan elemen, mulai dari tingkat dusun, desa, kecamatan hingga kabupaten, terlebih tokoh masyarakat dan agama terus kami gandeng, kami berkomitmen untuk terus memaksimalkan vaksinasi ini,” tutur dr. Najich kepada Kabar Madura, Senin (25/10/2021).

Diuraikan, vaksinasi itu pada dasarnya untuk melindungi kesehatan masyarakat, meminimalisir penyebaran bahaya Covid-19, khususnya di Sampang. Maka dirinya berharap semua pihak terkait, baik TNI, Polri, forkopimcam terus saling bersinergi, bahu membahu untuk melaksanakan vaksinasi dalam rangka melindungi masyarakat.

Lanjut dr. Najich, hingga sekarang, hal yang masih menjadi hambatan dan kendala dalam maksimalisasi vaksinasi adalah tingkat kepercayaan masyarakat terhadap vaksinasi itu sendiri.

Menurutnya yang harus terus ditingkatkan adalah kepercayaan masyarakat. Sebab, penyebaran berita bohong tentang vaksin itu sangat kuat sekali, semisal vaksin bisa menyebabkan sakit dan lain sebagainya.

“Kami terus memberikan pengertian dan pengetahuan yang benar tentang vaksin ini lewat sosialisasi secara masif kepada masyarakat di berbagai wilayah. Sehingga ke depan, tingkat kepercayaan masyarakat diharap terus lebih baik,” ulasnya.

Setiap hari, pihaknya  terus laksana vaksinasi di berbagai tempat, yakni di pustu, polindes, desa, puskesmas dan tempat-tempat gerai vaksin yang disiapkan. Tetapi hingga kini pencapaian rata-rata setiap relatif kurang bagus, namun pihak terus komitmen gencarkan vaksinasi untuk melindungi masyarakat.

“Untuk saat ini, rata-rata pencapaian vaksinasi setiap hari masih di kisaran angka 4.000 sampai 6.000 orang. Kami akan terus memacu pencapaian vaksinasi agar masyarakat dapat terlindungi,” ulasnya.

Reporter: M. Subhan

Redaktur: Wawan A. Husna

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *