Masih 7 Persen, Vaksinasi Remaja di Bangkalan Jauh dari Target

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M.) MASIH BANYAK: Hingga pertengahan Oktober 2021, masih 99.306 remaja di Bangkalan yang perlu divaksin.

KABARMADURA.ID | BANGKALAN – Meski kasus Covid-19 di Bangkalan terus melandai, kegiatan vaksinasi belum ada kenaikan signifikan.

Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan, dari target 107.284 remaja yang divaksin, hingga pertengahan Oktober 2021 ini, jika ditotal, masih 7.978 remaja atau sebesar 7,44 persen. Sehingga masih ada sekitar 99.306 remaja yang perlu divaksin.

Bacaan Lainnya

Kepala Seksi (Kasi) Bidang Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PK-PLK) Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur (Jatim) wilayah Bangkalan Moh Fauzi mengakui hal itu.

Berdasarkan keterangannya, jumlah pelajar SMA  yang wajib divaksin sebanyak 15.585 siswa. Sementara yang sudah melakukan vaksin hanya sekitar 7.170 pelajar. Sisanya, 8.415 siswa masih belum vaksin.

“Yang masih belum itu, rata-rata karena takut dan juga ada yang tidak diizinkan oleh orang tuanya,” katanya, Minggu (17/10/2021).

Lanjut Fauzi, untuk sekolah menengah kejuruan (SMK), dari jumlah siswa sebanyak 13.611 yang wajib vaksin, hanya 6.070 pelajar yang sudah vaksin, sisanya sebanyak 7.541 siswa masih enggan divaksin.

Begitu pula dengan siswa di sekolah luar biasa (SLB). Dari total siswa sebanyak 120 siswa, hanya 18 pelajar yang sudah vaksin. Sedangkan 106 siswa lainnya belum mau divaksin.

Saat ditanya mengenai regulasi kewajiban vaksin, Fauzi menjawab, bahwa sejauh ini belum ada yang mengatur kewajiban vaksin tersebut. Sebab, dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sendiri tidak mengatur syarat wajib vaksinasi.

“Sehingga kami juga tidak bisa mewajibkan pelajar untuk mau divaksin. Tapi Cabdindik Bangkalan mengharapkan semua siswa untuk bisa vaksin semua,” paparnya.

Berbeda dengan yang dikatakan oleh kacab Dindik Jatim di Bangkalan, Sekretaris Disdik Bangkalan Zainul Qomar mengatakan, sejauh ini antusias para siswa untuk vaksin mulai menggeliat. Hal tersebut diakuinya karena dari target siswa sebanyak 15.324 pelajar sekolah menengah pertama (SMP) yang usia di atas 12 tahun diperbolehkan vaksin.

Kegiatan itu sudah mencapai 55 persen dari target. Totalnya ada 9.324 siswa yang sudah vaksin, sedangkan 6.000 lainnya masih dalam proses.

“Kegiatan ini terus berlanjut, kami sedang dalam proses menuntaskannya. Kami gencarkan,” tuturnya.

Menurut dia, hampir semua sekolah sudah melakukan vaksin, meski ada yang belum tuntas. Namun, melihat perkembangan itu, dia optimis bisa menuntaskan target pelajar SMP yang harus vaksin. Namun pihaknya tidak mewajibkan siswa melakukan vaksin. Tetapi imbauan dan sosialisasi terus dia lakukan.

“Sedangkan siswa yang sudah divaksin ini kami gunakan sebagai contoh murid lainnya agar mau divaksin. Semua kegiatannya kami pasrahkan ke masing-masing sekolah,” tukasnya.

Diketahui, vaksinasi remaja yang ditarget oleh Dinkes Bangkalan sebesar 107.284, merupakan total keseluruhan dari jumlah pelajar SMA, SMK, SMP dan santri serta para remaja yang usianya di atas 12 tahun. Untuk jumlah yang sudah vaksinasi yang masih tercatat dan diinput di atas per 12 Oktober 2021 dan sisanya masih dalam proses.

Reporter: Fain Nadofatul M

Redaktur: Wawan A. Husna

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *