Masih Belum ada Kejelasan, Insentif Guru Honorer Dibatasi

  • Whatsapp
KM/dok-INSENTIF: Kepala BKD Pamekasan Taufikurrahman bantah pernyataan Kadisdik M Tarsun yang akan memberikan THR untuk 89 ribu tenaga honorer di Pamekasan.

Kabarmadura.id/PAMEKASAN-Tunjangan hari raya (THR) yang dijanjikan oleh Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Pamekasan Moh. Tarsun, dibantah oleh Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Pamekasan Taufikurrahman. Sebelumnya, Disdik Pamekasan menjanjikan THR khusus bagi 89 ribu guru honorer di Pamekasan. Masing-masing akan diberikan dengan besaran Rp600 ribu.

Kepala BKD Taufikuurahman mengatakan, pernyataan yang disampaikan oleh kadisdik tersebut bukan untuk THR guru honorer, melainkan uang insentif kepada guru honorer yang terdata di Disdik.

Bahkan, jumlahnya tidak sebesar Rp600 ribu per orang, karena BKD hanya bisa menyediakan anggaran sekitar Rp11 miliar. Sebab, jika setiap guru hononer mendapat Rp600 ribu, maka total anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp53,4 miliar.

Kendati Disdik sudah mengklaim jumlah tenaga honorer sebanyak 89 ribu, namun BKD Pamekasan memastikan, tidak ada insentif lain selain dari Rp11 miliar tersebut. Alasan BKD, sebagaimana disampaikan Taufikurrahman, jumlah guru honorer dinilai tidak jelas datanya.

Dengan begitu, jika tetap dipaksakan mendapat Rp600 ribu per orang, berarti hanya sekitar 18.330 guru honorer yang mendapat insentif tersebut, bukan 89 ribu orang. Namun jika Rp11 miliar itu dibagi untuk 89 ribu guru honorer, maka setiap orang hanya memperoleh senilai Rp123.600.

“Nama kegiatannya insentif, bukan THR, nilainya sekitar Rp11 M, karena itu kan jumlah guru honorernya tidak jelas, ya jumlah segitu kan dibagi jumlah guru yang dapat, tinggal hitung berapa setiap gurunya,” pungkasnya.

Ditegaskan, tidak ada THR bagi guru honorer di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan. Terlebih, tidak ada regulasi yang mengatur tentang pemberian THR tersebut. Sehingga di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pamekasan tahun 2019, tidak dicantumkan dengan nama THR.

Namun, pemberian insentif itu dilakukan sekali dalam setahun sekali dan dicairkan menjelang hari raya. Sehingga, kemudian kerap dikesankan sebagau tunjangan hari raya.

“Makanya di APBD tidak ada tentang pemberian THR, itu kegiatannya insentif guru nonPNS,” paparnya jelas.

Seperti yang diungkapkan Moh Tarsun sebelumnya, THR itu rencananya akan diberikan melalui rekening masing-masing guru. Kebijakan yang diklaim berasal dari Kadisdik tersebut, akan diberikan kepada guru honorer H-10 sebelum hari raya Idul Fitri. Soal pencairan dananya, pihaknya juga menyerahkan surat perintah membayar ke BKD Pamekasan.

Pencairannya akan dilakukan dalam dua tahap. Pada tahap pertama, THR dicairkan bagi yang sudah menyetor buku rekening. Saat ini, anggaran untuk pencairan tahap pertama sudah diajukan ke BKD Pamekasan.

Untuk tahap kedua atau yang belum meyetor buku rekening, belum ada kepastian waktu pencairannya. Sebab, menunggu terkumpulnya seluruh buku rekening dari tenaga honorer yang sebelumnya belum menyetor. Bahkan, pencairannya bisa dimungkinkan setelah hari raya. (km47/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *