Masih Bermasalah, Pembangunan Pasar Harus gagal Tahun 2020

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) GAGAL : Pembangunan Pasar Batuan, Kabupaten Sumenep harus gagal di tahun 2020. 

Kabarmadura.id/Sumenep-Polemik pembangunan Pasar Batuan tak kunjung reda. Akibatnya, pembangunan pasar tersebut tidak bisa terselesaikan di tahun 2020. Padahal pagar pasar sudah selesai direalisasikan, hanya saja pekerjaan dihentikan lantaran bermasalah.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sumenep Agus Dwi Saputra menyampaikan, Pasar Batuan saat ini belum bisa dilanjutkan. Sebab, pemilik lahan, R. Soehartono tidak setuju, tanahnya dijadikan pasar, meski pelepasan lahan sudah sesuai prosedur.

Bacaan Lainnya

“Dia bersikukuh pembangunan tetap diberhentikan. Padahal,  tanah tersebut sesuai prosedur sudah memiliki kekuatan hukum tetap,” katanya, Minggu (13/09/2020).

Agus Dwi Saputra mengakui, pembangunan harus gagal ditahun 2020. Sebab, penyelesaian persoalan membutuhkan proses lama. Selain itu, anggaran pembangunan saat ini sudah tidak bisa dicairkan.

Sebab dana yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) dan rencana umum pengadaan (RUP) pasar tersebut telat  turunnya. Akibatnya, pengerjaan lanjutan bangunan pasar terpaksa molor.

“Dua permasalahan kuat membuat gagalnya pembangunan pasar tahun 2020,” tuturnya.

Dia menegaskan, pembangunan Pasar Batuan memang sangat penting untuk dikerjakan. Salah satu dasarnya, mampu meningkatkan perekonomian masyarakat. Utamanya, Masyarakat Batuan. Selain itu menambah pendapatan asli daerah (PAD).

“Walaupun gagal tahun 2020, masih ada kesempatan di tahun berikutnya,” tegasnya.

Diketahui, Pasar Batuan dikerjakan secara bertahap, baik dari pembelian tanah hingga pelaksanaan pembangunan pagarnya. Pembangunan pagar sudah dilaksanakan dengan menelan dana Rp650 juta.

Setelah pembangunan tersebut maka akan dilaksanakan kelanjutan pembangunan pasar.

“Untuk selanjutnya akan menelan Rp4 miliar . Namun, hingga saat ini belum cair,” tuturnya.

Sementara itu Ketua Komisi II DPRD Sumenep,  Subaidi berharap, agar pembangunan pasar bisa segera terealisasi. Dengan demikian, diyakini mampu mendobrak perekonomian masyarakat lebih sejahtera.

“Dinas Terkait juga dapat segera mengusahakan pasar cepat dibangun,” tuturnya.

Subaidi menegaskan, pembangunan pasar itu diharapkan bisa dikunjungi para penjual dan pembeli. Sehingga, masyarakat Sumenep tidak lagi kerepotan dalam melakukan transaksi jual beli. Bahkan, masyarakat tidak tertumpu pada satu pasar.

“Katakanlah di pasar Anom Sumenep. Pembangunan pasar memang sangat penting dilakukan disperindag untuk senantiasa dapat digunakan Masyarakat Sumenep,” pungkasnya (imd/ito)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *