Masih Didata, Penerima BST Kemensos Belum Jelas

  • Whatsapp
(KM/MOH SA'ED) WARGA: Rumah warga Bangkalan yang layak menerima bantuan dari pemerintah.

Kabarmadura.id/Bangkalan-Bantuan sosial tunai (BST) dari pemerintah pusat untuk meringankan beban ekonomi masyarakat di tengah wabah Covid-19,  belum ada kejelasan. Bantuan sebesar Rp600 ribu per bulan itu sampai saat ini belum direalisasikan.

Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Bangkalan, Sukardi menjelaskan, BST belum direalisasikan karena saat ini masih dalam tahap pendataan. BST  itu akan diberikan kepada masyarakat kurang mampu.

Bacaan Lainnya

“Bantuan BST sama halnya dengan BLT, namun kalau BLT diambil dari dana desa sedangkan BST program Kemensos,” terangnya, Senin, (11/5)

Sukardi menjelaskan, BST sebagai upaya meringankan ekonomi masyarakat yang kurang mampu di tengah wabah Covid-19. Jumlah penerima bantuan BST di Kabupaten Bangkalan mencapai 5.864 kartu keluarga.

“Sampai saat ini yang cair hanya 4.500 KK, sisanya masih dalam tahap pendataan,” ucapnya.

Selain itu, untuk sistem penerimaan bantuan BST di luar data yang menerima bantuan  PKH, BLT dan bantuan lainnya. Walaupun penerima bantuan tersebut di luar data penerima PKH dan BLT namun nominalnya sama.

Sukardi mengaku, pencairan bantuan tersebut melalui  bank milik negara, namun bagi yang  tidak mempunyai rekening, menurutnya bisa diambil melalui pos yang akan ditujukan ke alamat yang terdaftar.

“Jika punya rekening bank  maka akan masuk ke rekening. Tapi yang tidak punya rekening nanti akan lewat pos,” katanya.

Sukardi berharap BLT ini bermanfaat kepada masyarakat Bangkalan yang terdampak Covid-19, sehingga bisa membantu kebutuhan sehari-hari.

“Semoga bisa membantu kebutuhan masyarakat Bangkalan di tengah musibah Covid-19,” terangnya

Sementara itu, Mukarromah, salah seorang warga Bangkalan mengaku selama ini belum ada pendataan bantuan yang datang  kepadanya, apalagi menerima bantuan. Sehingga dia tidak begitu berharap. Selain karena belum didata, juga belum ada petugas yang mensosialisasikan soal bantuan itu.

“Tidak begitu berharap, sebab selama ini tidak ada pemerintah yang mendata,” terangnya. (sae/mam/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *