oleh

Masih Sinkronisasi Data, Penerima BOP Belum Dipastikan

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan belum bisa menentukan penerima Bantuan Operasional Pendidikan(BOP), sebab belum ada keputusan dari pemerintah pusat mengenai hal itu. Namun, untuk penyalurannya biasanya didistribusikan pada bulan April.

Menurut kepala Disdikbud Pamekasan, Akhmad Zaini, melalui kepada Kepada Bidang (Kabid) Pendidikan Usia Dini (PAUD) Amir Saifuddin, untuk ketentuan penerima BOP pada setiap lembaga  biasanya akan diketahui pada bulan April mendatang, tapi sejauh ini sudah dilakukan berbagai persiapan untuk penerimaan BOP masing-masing lembaga.

“Biasanya bulan empat  baru ada informasi tentang penerima BOP,  untuk sekarang belum ada informasi dari pemerintah pusat mengenai lembaga mana saja yang memperoleh BOP, artinya belum ada ketentuan dari pusat,” paparnya, Selasa (16/2/2011).

Progres penerimaan BOP sudah sampai tahap sinkronisasi dari masing-masing lembaga melalui data pokok pendidikan (Dapodik), dan bagi setiap lembaga yang tidak menyinkronkan datanya sampai tanggal 28 Februari, diperkirakan tidak akan menerima BOP sebagai penunjang pelayanan pendidikan. “Sinkronisasi data dari Dapodik sudah selesai sekarang, tanggal 28 ini yang terakhir,”ulasnya.

Sementara itu, berdasarkan data yang terangkum,  penerima BOP tahun 2019  pada tahap 1 sebanyak 834  lembaga, dengan total 25.157 siswa, sedangkan pada tahap II sebanyak 842 lembaga dengan total 25.257 siswa. Pada tahun 2020 tahap 1 ada 867 lembaga  dengan total 27.405 siswa. Adapun besaran  BOP yang diperoleh sebesar Rp600 ribu per siswa.

Di sisi lain, Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan, Moh. Sahur menginginkan seluruh lembaga mulai dari tingkat PAUD  bisa mendapatkan BOP, sehingga proses pendidikan semakin bermutu, dan mampu melahirkan generasi cerdas. (rul).

 

 

Komentar

News Feed