Masih SMP, Gadis Raas Jalani Hobi Dapat  Rp150 Ribu per Hari

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH RAZIN) SIBUK: Saat Maria dengan beberapa temannya saat merajut gelar.

KABARMADURA.ID – Di sela-sela belajar di rumah, anak-anak di Pulau Raas mengisi waktu dengan merajut kreativitas yang menghasilkan. Bahkan mampu menjadi sumber penghasilan hingga ratusan ribu per hari. Kegiatan itu salah satunya ditekuni oleh Maria, siswi asal Desa Tonduk Kecamatan Raas.

MOH RAZIN, SUMENEP

Bacaan Lainnya

Gadis yang masih duduk di kelas II SMP itu mengisi waktu mainnya dengan hobi merajut gelang di sebuah gardu di tepi pantai dekat dermaga. Merajut gelas yang dijalani saban hari itu, sudah ditekuni sekitar setahun lalu.

Maria mampu menyelesaikan 50 puluh gelang setiap hari. Setiap gelang, dia dibayar Rp3.000. Dengan begitu, sehari setidaknya bisa mengumpulkan tidak kurang dari Rp150 ribu. Dalam merajut, siswi berparas cantik itu biasanya ditemani teman seusianya.

“Saya ini tidak usah modal, karena ini ada bosnya, kami dikirimi bahannya, artinya menerima beres dan ongkos pergelang itu,” kata dia. Rabu (5/4/2021).

Hasil upah itu dia gunakan untuk kebutuhan sehari-hari, mulai membeli baju sendiri, bahkan juga tidak jarang membantu kebutuhan orang tuanya. Apalagi proses kerjanya tidak sulit.

Meski Ria (sapaannya) sudah disibukkan dengan merajut gelang, dia tetap sekolah dan belajar. Artinya, waktunya sudah mulai dipilah-pilah antara waktu belajar, merajut dan bermain dengan usia sebayanya.

“Tetap belajar, justru dimarahi sama ibu kalau tidak belajar apalagi tidak sekolah. Sebab kan di sini sekolah tetap masuk, hanya di awal-awal saja dulu,” imbuh Ria.

Kegiatan merajut itu bukan karena ingin mendapatkan uang, melainkan sekadar hobi saja, namun ada hasil yang didapat. Jadi Dia tidak merasa terbebani dengan aktivitas yang dianggapnya seperti bermain dan belajar itu.

Kemampuan merajut Ria tergolong cukup mahir. Maklim, sudah digemari sejak kelas 3 sekolah dasar (SD). Bahkan awalnya tidak hanya sebatas merajut gelang. Baru menekuni gelang lantaran ada yang memfasilitasi, lalu dia hanya menawarkan jasa.

“Kalau jualnya katanya ke Bali, tetapi kalau dijual ke mana saya tidak banyak tahu. Karena saya hanya membuat saja, selebihnya tidak ikut campur ke sana,” tutup remaja berkerudung ini. (waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *