oleh

Masjid Al-Amien Pandemawu, Berdiri Jauh Sebelum Indonesia Merdeka

Kabarmadura.id/Pamekasan-Masjid sederhana bernama Al-Amien di Desa Pademawu Barat, Kecamatan Pademawu, Pamekasan ini  sudah berusia lebih dari 75 tahun. Ia sudah berdiri sejak sebelum kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 1945.

Bahkan, Tokoh masyarakat setempat Muhammad Tamim mengatakan, usia masjid tersebut lebih tua dari dirinya yang sudah berusia 91 tahun. Dia menceritakan, awalnya masjid tersebut berupa langgar yang berupa rakitan dari bambu sebagai tempat mengaji.

Namun, ketika dia tengah belajar untuk salat, langgar tersebut ditambah rakitan bambu sebagai atap agar lebih banyak menyediakan tempat untuk jamaah. Sejak itu juga, melanggar tersebut dijadikan masjid, serta dilangsungkan salat Jumat berjamaah.

“Masjid ini sudah tua sekali. Saat masih kecil, saya ngaji di masjid ini. Sekarang, saya sudah 91 tahun usianya. Di sini dulu hanya salat lima waktu, tidak ada yang salat Jumat, tapi sejak langgar itu diubah menjadi masjid baru salat Jumat ada,” ceritanya kepada Kabar Madura, Selasa (11/10/2020) usai salat Zuhur berjamaah.

Setelah hanya ditambah atap untuk menampung lebih banyak jamaah, tokoh masyarakat yang familiar disapa Pak Slamet (nama putranya) ini menjelaskan, masjid tersebut mulai dibangun menggunakan beton, namun dengan ukuran kecil.

Seiring berjalannya waktu, masjid di Jalan Dharma Dwipa Pamekasan itu dibangun lebih besar. Sebelum Bulan Ramadan tahun ini, masjid ini baru direhab untuk yang ketiga kalinya.

“Ini tiga kali rehab, yang terakhir baru saja selesai. Ada yang memberikan bantuan Rp40 Juta, jadi diperbaiki lebih bagus lagi, ditambah juga hasil amal di sini,” lanjutnya.

Di samping itu, Pak Slamet menyampaikan, aktivitas di masjid tersebut hingga saat ini berjalan seperti biasanya, seperti salat lima waktu dan salat Jumat. Serta, anak-anak setempat juga tetap mengaji di masjid tersebut.

“Kalau program masjid di sini sama dengan masjid pada umumnya, iya salat lima waktu, salat Jumat, ngaji dan sebagainya. Saat ramai Covid-19 juga menerapkan protokol kesehatan, itu masih ada tanda penjarangan dan cuci tangan,” pungkasnya. (idy/pai)

Komentar

News Feed