oleh

Masjid Al-Falah Ajak Berbagi dengan Donor Darah

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN  – Masjid Al-Falah yang terletak di Jalan Dirgahayu Pamekasan merupakan salah satu masjid yang kerap menjadi rujukan warga dari berbagai tempat. Sebab, selain masjid tersebut berada di tepi jalan yang mudah menjadi persinggahan, masjid tersebut tergolong bersih dan terawat. Bahkan ruangan masjid dilengkapi dengan beberapa air conditioner (AC) yang terpasang di setiap sudut masjid.

Tim Dakwah Takmir Masjid Al-Falah Musyaffak menuturkan, pihaknya memiliki sejumlah program selama bulan suci Ramadan yang secara konsisten dilakukan. Antara lain; yaitu buka puasa bersama jamaah dan warga. Hal ini dilakukan sejak awal Ramadan. Donasi takjil gratis tersebut berasa dari swadaya jamaah secara bergantian setiap harinya.

Takjil gratis tersebut diakuinya cukup membantu warga. Terutama para buruh pekerja keras, yang baru pulang dari tempat kerja, bisa singgah untuk menunaikan buka puasa. Tidak hanya itu, kebahagiaan tampak bersinar di wajah para jemaah, saat sejumlah pengayuh becak juga ikut singgah untuk sekedar membatalkan puasa.

“Masyarakat memang meminta untuk dijadwal. Siapa besok, siapa lusa, berapa orang, rata-rata 20 bungkus per orang,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, Masjid Al-Falah juga melakukan donor darah untuk disalurkan kepada pihak-pihak yang membutuhkan. Sebab, menurutnya, di bulan suci Ramadan, menjadi bulan yang paling baik untuk berbagi dengan sesama. Terlebih lagi, yang dibagikan merupakan sesuatu yang sangat berharga dan sangat dibutuhkan kala kondisi mendesak.

Menurutnya, kegiatan donor darah itu merupakan program tetap Masjid Al-Falah yang secara rutin dilaksanakan tidak hanya di bulan Ramadan melainkan juga dilaksanakan di hari-hari biasa. Dalam hal ini, pihaknya bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI). Pihaknya mengajak jamaah untuk mendonorkan darahnya. Bahkan pada bulan puasa ini, 25 orang telah mendonorkan darahnya.

“Kami menginginkan donor darah ini dimulai dari masjid. Karena orang-orang yang ada di masjid, insya Allah darahnya lebih baik,” ucapnya.

Musyaffak menambahkan, selama 10 hari terakhir bulan Ramadan, pihaknya memiliki program sahur bersama dengan para jamaah masjid. Sahur bersama tersebut diiringi gerakan iktikaf bersama. Hal itu dilakukan agar bisa mendapat keutamaan malam lailatul qadar. Sebab, dia bersama jemaah meyakini, malam yang lebih baik dari seribu malam itu akan jatuh pada 10 hari terakhir bulan puasa.

“Masjid ini aktif tidak pernah absen melaksanakan program positif selama bulan suci Ramadan. Mulai dari tadarus bersama, pengajian bersama, hingga iktikaf dan donor darah,” jelasnya. (ali/mam)

Komentar

News Feed