Masjid Al-Khairat, Menjalankan Ibadah Sembari Perangi Penyebaran Covid-19

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ SYAHID MUJTAHIDY) KOKOH: Masjid Al-Khairat di Perumahan Tlanakan Indah, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan terlihat dari samping utara.

Kabarmadura.id/Pamekasan-Masyarakat di Perumahan Tlanakan Indah, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan beribadah ke masjid semata wayang di perumahan tersebut. Masjid Al-Khairat, namanya. Masjid tersebut telah berusia 30 tahun sejak didirikan pada 1990.

Ketua Takmir Masjid Mohammad Kosim menegaskan dalam maklumatnya, masjid itu berdiri di atas tanah wakaf seluas 562 meter persegi dari Soedin Astro. Bangunan masjid pertama berukuran 64 meter persegi.

Bacaan Lainnya

“Berdiri di atas tanah wakaf seluas 562 meter persegi. Wakaf dari Bapak Soedin Astro pada tahun 1990.  Dibangun pertama kali pada tahun 1990 dengan luas bangunan induk 64 meter persegi,” kata Kosim.

Akan tetapi, kian banyaknya jamaah dan kondisi fisik bangunan Masjid Al-Khairat yang tidak dalam kondisi bagus, mengharuskan takmir dan masyarakat melakukan rehab yang pertama. Rehab bangunan itu dimulai sejak Maret 2015, baru selelsai pada Maret 2017.

“Dibangun kembali, karena bangunan lama tidak memadai dan tidak mampu menampung jamaah. Pada bulan Maret 2015 dengan luas bangunan induk 144 meter persegi. Pembangunan selesai pada Bulan Maret 2017,” sambungnya.

Di tengah wabah Covid-19 ini, Masjid Al-Khairat tetap menjalankan rutinitas peribadatan di masjid tersebut seperti salat lima waktu Subuh, Zuhur, Asar, Magrib, dan Isya. Serta, salat Jumat dan Tarawih di Bulan Ramadan ini.

Namun, jamaah masjid tersebut tetap mematuhi anjuran pemerintah agar menekan penyebaran Covid-19. Yakni, memberikan imbauan melalui dua banner yang dipajang di dalam masjid agar jamaah mencuci tangan sebelum masuk masjid, memakai masker, dan tidak berjabat tangan setelah salat berjamaah.

Di samping itu, di dalam masjid sudah terdapat tanda berwarna hitam sebagai batas penjarangan antarjamaah ketika salat berjamaah. Juga terdapat tendon beserta sabun guna mencuci tangan di halaman masjid.

“Memang tertib di sini. Lihat saja banyak yang menggunakan masker ke masjid, meskipun masih ada yang tidak juga, tapi sebagian kecil,” kata remaja setempat Sutrisno yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Komunitas Sepeda New Spantin. (idy/nam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *