oleh

Masjid Al-Mu’min; Berusia 3 Abad, Masih Ramai Jamaah

Kabarmadura.id/Sumenep-Jauh sebelum Masjid Jamik Sumenep dibangun, Masjid Al-Mu’min di Jalan Jenderal Sudirman Kepanjin Sumenep sudah berdiri lebih awal, yakni dibangun oleh Pangeran Anggadipa sekitar tahun 1640 atau sudah berusia 380 tahun.

Diketahui, Pangeran Anggadipa adalah Adipati Sumenep yang diutus oleh Raja Mataram. Dia merupakan keturunan bangsawan Jepara. Anggadipa ke Madura, bermula dari perkawinannya dengan anak Panembahan Lemah Duwur (Raden Pratanu), Raja Madura Barat.

Pangeran Anggadipa itu membangun masjid untuk kerajaan Sumenep ini seluas 400 m2. Di sebelah utara masjid itu dibangun menara untuk mengumandangkan azan.

“Pengaruh Jawa terlihat di pembangunan masjid ini; atapnya disusun tumpang, begitu juga penggunaan sokoguru sebagai konstruksi utama untuk menopang atapnya,” cerita tokoh masyarakat setempat Gures kepada Kabar Madura, Senin (3/8/2020).

Kendati sudah berdiri sejak tiga abad silam, masjid tersebut hingga kini masih berfungsi seperti pada umumnya. Setiap hari banyak jamaah berdatangan untuk beribadah di ‘rumah Allah’.

Di samping itu, sejumlah peninggalan di masjid ini juga masih menjadi daya tarik tersendiri bagi jamaah yang berdatangan, seperti pintu, bangunan yang tidak terlalu banyak berubah, serta prasasti kuno yang masih menggunakan aksara Jawa yang berada di dalam masjid dekat mimbar.

Namun, jamaah saat ini tidak akan menikmati salat jamaah di dalam masjid. Sebab, salat berjamaah dilakukan di teras masjid depan pintu kuno yang belum termakan usia.

“Banyak jamaah yang ke sini. Memang tidak sebanyak di Masjid Jamik. Tapi, bagi orang yang tahu di sini ada masjid atau ada orang lain yang memang ingin tahu sejarah masjid ini, biasanya ke sini,” sambungnya.

Sejatinya, akses menuju masjid tersebut tidak sulit. Posisi masjid ini memang masuk ke dalam, serta sulit kelihatan dari jalan raya.

Tapi, cara mencarinya cukup datang ke tempat Rumah Dinas Bupati Sumenep. Tepat di seberang jalan, terdapat pintu gerbang masjid yang bertuliskan Masjid Laju, serta pengesahan bupati setempat yang tertempel di dingding dengan penjelasan pembangun serta tahun berdirinya masjid tersebut. (idy/nam)

Komentar

News Feed