oleh

Masjid Al Muttaqin; Sediakan Air Bersih dan Bacaan Doa Langsung

Kabarmadura.id/Pamekasan-Salah satu masjid yang dibangun di pinggir jalan bernama Masjid Al-Muttaqin. Ia beralamatkan di Jalan Raya Kangenan Pamekasan. Jalur tersebut menjadi salah satu arah alternatif menuju Kabupaten Sumenep guna menghindari jalur kota.

Tak ayal, tokoh masyarakat di Desa Kangenan, Kecamatan/Kabupaten Pamekasan Bukhori menyebutkan, banyak pengendara yang mampir untuk melaksanakan salat berjamaah, ataupun salat sendirian.

“Di sini ramai. Sebab, jalur orang yang mau ke Sumenep, banyak yang lewat sini juga. Maka dari itu, banyak juga orang yang berhenti untuk salat di sini,” ceritanya kepada Kabar Madura, Kamis (16/4/2020), setelah salat Zuhur berjamaah.

Lebih lanjut, tokoh masyarakat berusia 49 tahun itu menceritakan, di masjid tersebut memang menyediakan air kemasan yang disimpan di lemari es atau kulkas. Persediaan itu untuk jamaah masjid secara gratis, serta jamaah yang perjalanan jauh.

“Memang disediakan, banyak jamaah yang tidak langsung pulang dan haus bisa minum. Atau orang yang perjalanan haus bisa minum. Banyak manfaatnya air bersih ini,” sambungnya.

Di samping itu, di dinding masjid terdapat doa pendek seperti doa i’tikaf. Kata Bukhori, adanya tulisan doa pendek di dinding masjid itu bisa membantu jamaah yang belum hafal.

“Memang ada, itu kan bisa bermanfaat besar bagi yang belum hafal, bisa berdoa sambil baca, tidak perlu cari-cari di HP (handphone) atau apa semacamnya. Iya, intinya mempermudah jamaah Masjid Al-Muttaqin,” terangnya sembari menunjuk ke tulisan doa pendek di dinding.

Di tengah wabah Covid-19 yang juga sudah merebak hingga Kabupaten Pamekasan, Masjid Al-Muttaqin menerapkan penjarangan guna terdapat jarak antarjamaah ketika salat berjamaah. Penjarangan itu menggunakan tanda hitam yang beraturan.

Akan tetapi, beberapa jamaah masih tetap berjabat tangan setelah menunaikan salat berjamaah. Dengan alasan kepercayaan masing-masing, seperti yang diceritakannya.

“Iya memang diberi jarak. Tapi, jabat tangan masih ada, beberapa tapi. Katanya tergantung kepercayaan,” tandasnya. (idy/nam)

Komentar

News Feed