Masjid Baitul Muttaqin, Setengah Abad Berdiri Kokoh di PP Sabar

  • Whatsapp
(FOTO: KM/SYAHID MUJTAHIDY) AKTIF: Jamaah di Masjid Baitul Muttaqin dipenuhi santri dan santriwati.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN – Berdiri kokoh masjid di Desa Sumedangan, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan. Rumah ibadah itu bernama Masjid Baitul Muttaqin yang dibangun sejak tahun 1971 atau baru berusia 50 tahun.

Program masjid tersebut sangat eksis. Ditambah lagi, menjadi tempat ibadah dan belajar para santri Pondok Pesantren Syekh Abdurrahman Rabah (PP Sabar). Hal itu membuat rumah ibadah tidak sebatas menjadi tempat salat lima waktu dan mengaji, namun juga menjadi tempat belajar kitab dan sebagainya.

Bacaan Lainnya

“Kalau program di masjid ini aktif sekali, santri dan santriwati beribadah dan belajar di masjid ini,” ujar Dewan Pengawas Masjid Baitul Muttaqin Kiai Abdul Hamid kepada Kabar Madura.

Diketahui, nama ponpes tersebut berdasarkan yang inisator pertama, yakni Kiai Abdurrahman Rabah, ulama terkemuka di Kabupaten Pamekasan. Sebab, dialah yang pertama kali menginisiasi berdirinya ponpes pertama di Kota Gerbang Salam tersebut, yakni sekitar abad ke-15.

Namun, Masjid Baitul Muttaqin itu baru dibangun oleh generasi ketujuh Kiai Abdurrahman Rabah. Tak ayal, tempat ibadah itu baru berusia setengah abad.

Ia menyampaikan, prototipe pendirian masjid itu selaras dengan masjid kuno di Pamekasan yang berada di jantung kota, yaitu Masjid Asy-Syuhada.

“Prototipenya berkiblat ke Masjid Asy-Syuhada, memang tidak harus sama,” ujarnya kepada Kabar Madura.

Seiring berjalannya waktu, masjid itu sudah direnovasi sekali, yakni pada tahun 2002. Kini, masjid tersebut menjelma menjadi masjid modern. Di ruang utama banyak kaligrafi  terpampang. (idy/maf)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *