oleh

Masjid Istibaqul Khairat, Berdiri sebelum Proklamasi

Kabarmadura.id/Pamekasan-Ketika melintas di Jalan Raya Sumedangan Pamekasan, bakal terlihat masjid berdiri kokoh di sebalah kiri (dari arah barat). Bangunan tersebut bernama Masjid Istibaqul Khairat.

Usut temu usut, masjid di Desa Sumedangan, Kecamatan Pademawu, Pamekasan ini telah didirikan sejak sebelum proklamasi Indonesia, 17 Agustus 1945. Itu disampaikan Imam masjid Abdul Hamid.

Lebih lanjut, Abdul Hamid mengungkapkan, masjid tersebut pernah dibina kakeknya yang bernama Kiai Marujo saat sebelum kemerdekaan. Seiring berjalannya waktu, pembina di masjid itu mengalami pergantian.

Selain itu, imam masjid kelahiran 1957 itu menceritakan, bapaknya ikut melakukan rehab total masjid dari awalnya sebatas bambu hingga menggunakan ding-ding beton.

“Kemerdekaan itu kan 1945, masjid ini sebelum itu sudah ada. Dulu, kakek saya yang membina di sini. Masjid ini dulu hanya rakitan bamboo. Itu baru direhap total. Kata bapak saya begitu,” ceritanya kepada Kabar Madura, Selasa (14/7/2020) malam.

Lebih lanjut, Abdul Hamid menyamapikan, masjid tersebut sudah dilakukan rehab sebanyak tiga kali hingga saat ini pasca-rehab total yang dulunya dari bambu.

Selain itu, imam masjid ini menuturkan, program salat berjamaah lima waktu rutin dilaksanakan di masjid. Akan tetapi, jamaah yang paling banyak biasanya saat menunaikan salat Subuh.

“Kalau waktu salat Subuh, bisa sampai tiga saff. Kalau yang biasanya ya tidak sampai segitu. Memang beda, tapi kalau Zuhur biasanya lebih sedikit memang. Bila Magrib dan Isya, banyak juga,” ujarnya.

Sementara itu, remaja masjid (Remas) Istibaqul Khairat ini juga memiliki agenda srtiap minggu, yakni pengajian untuk menguatkan wawasan.

“Iya, remas ada semacam pengajian. Kalau malam, anak-anak ngaji. Malam Jumat biasanya doa bersama,” tandasnya. (idy/nam)

Komentar

News Feed