oleh

Masjid Jamik Ganding; Banyak Jamaah dari Kalangan Pedagang

Kabarmadura.id/Sumenep-Ketika pukul menunjukkan 11.21 WIB, toa di Masjid Jamik Ganding mulai menggemakan azan. Itu tanda sudah memasuki waktu salat Zuhur. Satu demi satu jamaah pun datang, bersiap salat berjamaah.

Di masjid yang terletak di Ketawang Pareban, Ganding, Sumenep tersebut, tidak sebatas jamaah dari masyarakat setempat. Namun, juga berasal dari kalangan pedagang di pasar. Hal itu tidak terlepas dari lokasi masjid berada di depan pasar Ganding.

Seperti yang disampaikan tokoh masyarakat setempat Moh. Saleh, tidak semua pasar bisa berada dekat dengan masjid. Tak ayal, dia menyebut, sangat beruntung pedagang di pasar Ganding. Mereka bisa beribadah sejenak di tengah mengais rezeki.

“Lumayan banyak sih, memang didominasi pedagang yang salat ke sini. Seperti penjual pentol, es, ada juga yang suaminya salat, istrinya jaga toko,” tuturnya kepada Kabar Madura, Rabu (13/5/2020) selepas salat berjamaah Zuhur.

Selain itu, Saleh menyampaikan, di masjid tersebut selalu mengimbau agar mengantisipasi penyebaran Covid-19. Bahkan, Takmir Masjid Jamik Ganding langsung menempel surat edaran dari Pemerintah Daerah (Pemda) Sumenep.

Lebih lanjut, warga berusia 55 tahun itu menambahkan, juga terdapat tempat untuk cuci tangan agar ketika hendak masuk masjid mencuci tangannya.

“Iya, memang sering diingatkan, apalagi banyak orang dari mana-mana yang kami tidak tahu kalau dekat pasar. Itu surat edaran juga langsung dipajang. Ada tempat cuci tangan juga,” terangnya.

Di samping itu, Saleh menyebutkan, setiap salat berjamah, biasanya banyak jamaah yang tidak langsung pulang di Bulan Ramadan ini. Mereka mengaji Al-Qur’an.

“Ada lagi, di Bulan Ramadan ini, banyak jamaah seperti yang ada di dalam tidak langsung pulang, ngaji dulu, terutama setelah salat Asar,” pungkasnya. (idy/nam)

Komentar

News Feed