oleh

Masjid Munawaroh, Zikir Nyaring Demi Mendidik Anak-anak

Kabarmadura.id/Pamekasan-Desa Bukek, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan tergolong pedalaman, walaupun tidak berjarak jauh dari jalan nasional yang melintas di Kecamatan Tlanakan. Di desa tersebut, lebih tepatnya di Dusun Bukek Utara, terdapat masjid bernama Munawaroh.

Masjid tersebut tidak terbaca di google map. Upaya tembuhnya juga cukup sulit, lantaran masih harus melintasi persawahan. Uniknya, tepat di depan masjid ada sungai yang masih hidup. Meskipun tidak terlalu jernih, terkadang jamaah masjid mengambil wudlu di sungai itu.

Lantaran terletak di pinggir sungai, bagi jamaah yang dari arah selatan, terutama yang harus melintasi sungai, menggunakan jembatan yang tersususln rapi menggunakan bambu. Bagi yang mengendarai sepeda motor, mereka tetap melintasi embatan bambu itu.

“Sebenarnya ada jalan lain di utara sana, tapi jamaah yang dari selatan ya kejauhan kalau harus ke utara untuk melintas di jembatan menggunakan beton, maka alternatifnya, ya itu jembatan dari bambu yang hanya cukup untuk pejalan kaki dan pengendara sepeda,” cerita tokoh masyarakat Ismail kepada Kabar Madura, Senin (27/4/2020) siang.

Masjid Munawaroh ini masih tetap beraktivitas di tengah wabah Covid-19 yang sudah merebak hingga ke Kabupaten Pamekasan. Diketahui di Pamekasan telah 7 pasien terinfeksi Covid-19, 6 pasien dalam pengawasan (PDP), dan 46 orang dalam pantauan (ODP) (berdasarkan data Pemerinta Provinsi Jawa Timur per-Minggu (26/4/2020)).

Ketika selesai salat berjamaah, imam masjid biasanya membaca zikir dengan nada yang sangat nyaring. Kata Ismail, cara tersebut menjadi pendidikan bagi jamaah cilik yang meramaikan masjid tersebut, terutama bagi yang masih belajar di bangku taman kanak-kanak dan sekolah dasar.

“Anak-anak banyak di sini yang ke masjid. Jadi dengan bacaan zikir nyaring, kami bisa sembari mengajari mereka. Anak-anak akan mengikuti bacaan-bacaan zikir setelah salat. Ini upaya bagus bagi mendidik anak-anak,” pungkasnya. (idy/nam)

Komentar

News Feed