oleh

Masjid Nurul Huda, Tarawih Tetap Jalan Tanpa Penjarangan

Kabarmadura.id/Pamekasan-Masjid terdekat dengan Terminal bus Ronggosukowati Pamekasan bernama Masjid Nurul Huda. Masjid tersebut tetap beraktivitas di tengah wabah Covid-19 yang telah merebak hingga ke Bumi Gerbang Salam.

Berdasarkan data Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) per-Sabtu (25/4/2020) menunjukkan 7 pasien terinfeksi Covid-19, 5 pasien dalam pengawasan (PDP), dan 47 orang dalam pantauan (ODP).

Masjid yang berada di Desa Ceguk, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan ini telah tiga kali menggelar salat tarawih di Bulan Ramadan 2020.

“Memang kami memutuskan untuk tetap membuka pintu bagi yang hendak salat tarawih berjamaah di masjid ini,” cerita Sekretaris Takmir Masjid Nurul Huda Kadir kepada Kabar Madura, Minggu (26/4/2020) siang.

Selama pelaksanaan salat tarawih dan salat lima waktu seperti Subuh, Zuhur, Asar, Magrib, Isya, tidak terdapat penjarangan antar-jamaah. Serta, bagi jamaah yang hendak berjabat tangan setelah salat berjamaah juga tidak diberikan larangan khusus.

Kata Kadir, setiap jamaah memiliki kewaspadaan tersendiri, serta sudah mengetahui bagaimana mengambil langkah di tengah wabah Covid-19 ini.

“Memang, kami biarkan. Kalau dilihat ada yang berjabat tangan, ada juga yang tidak. Ada yang membatasi sendiri, ada juga yang tetap shafnya rapat seperti biasa. Mereka punya persepsi untuk menjaga diri dalam kondisi seperti ini,” ujarnya.

DI samping itu, Kadir mencontohkan, jamaah yang salat sembari menggunakan masker, serta terdapat pula jamaah yang tidak menggunakan masker berangkat ke masjid.

“Lihat sendiri; ada yang pakai masker, ada yang tidak pakai. Itu salah satu tingkat kewaspadaan mereka. Bahkan, saya lihat ada yang ke sini tidak menggunakan masker,” tukasnya. (idy/nam)

Komentar

News Feed