oleh

Masjid Nurul Huda; Wadah Puluhan Anak Belajar Mengaji

Kabarmadura.id/Pamekasan-Masjid Nurul Huda di Jalan Raya Kangenan Nomor 122 Pamekasan sudah ramai dengan jamaah. Itu sejak menjelang waktu azan Magrib. Mereka sudah siap sekitar 15 menit jelang azan.

Jamaah yang berdatangan tidak sebatas kalangan orang tua dan pemuda, tapi puluhan anak silih berganti datang ke masjid di Desa Kangenan, Kecamatan/Kabupaten Pamekasan ini.

Seperti yang disampaikan tokoh masyarakat setempat Ahmad Kurdi, di Masjid Nurul Huda ini memang tempatnya anak-anak mengaji; baik yang perempuan ataupun laki-laki.

Bahkan, Kurdi menjelaskan, anak-anak itu tidak sebatas datang sendiri ke masjid. Melainkan, sebagian dari mereka diantarkan orang tuanya yang sekaligus salat berjamaah.

“Memang tempatnya orang ngaji di sini. Tidak sedikit, ada puluhan. Sekarang saja ada sekitar 20 lebih. Itu mereka ada yang sama orang tuanya. Itu yang nungguin, juga sekalian salat tadi,” ungkapnya kepada Kabar Madura.

Lebih lanjut, pria yang sudah berusia 55 tahun itu menjelaskan, Masjid Nurul Huda ramai tidak sebatas setiap salat Magrib lantaran banyak anak mengaji. Akan tetapi, setiap salat lima waktu Zuhur, Asar, Magrib, Isya, dan Subuh juga ramai.

Kurdi menyampaikan, jamaah memang tidak akan sebanyak waktu salat Magrib. Namun saat salat Subuh, juga biasnya lebih ramai dari pada waktu salat Zuhur dan Asar.

Sementara itu, Kurdi membeberkan, masjid tersebut tidak sebatas salat lima waktu dan salat Jumat, namun setiap malam Jumat atau Kamis malam, biasanya baca surat Yasin dan tahlil bersama.

“Kalau malam Jumat, terutama yang jamaah laki-laki, pemudanya dan yang tua yasinan dan tahlil sebagai doa bersama; mendoakan sesepuh dan kami semua yang sering berjamaah ke sini,” terangnya.

Lantaran lokasi masjid di tepi jalan raya, Kurdi menuturkan, jamaah yang hadir tidak sebatas dari masyarakat setempat. Tapi, pengendara yang melintas terkadang berhenti. Mereka menunaikan salat berjamaah di masjid itu. (idy/nam)

Komentar

News Feed