oleh

Masjid Sabilillah Sering Menjadi Tempat Tirakat

KABARMADURA.ID, BANGKALAN – Keajaiban bisa saja terjadi dimanapun dan kapanpun tanpa diketahui dan dikehendaki oleh manusia. Berbagai macam kejadian yang tidak masuk dalam nalar berpikir manusia juga menjadi salah satu pembahasan di sejumlah sejarah.

Salah satunya yang terjadi pada Masjid Sabilillah yang terletak di Kelurahan Mlajah, Bangkalan. Masjid yang diceritakan sudah dilakukan renovasi tiga kali itu pernah berpindah secara gaib tanpa bantuan manusia.

Berdasarkan kesaksian juru kunci dan tokoh masyarakat setempat Abdullah Ashari menyampaikan, masjid yang dibangun pada masa kerajaan Cakraningrat IV itu diketahui terletak berada di pinggir jalan raya. Bahkan kerap kali mengganggu ketertiban jalan karena keramaian saat waktu solat membuat jalan macet, sehingga banyak pengendara yang mengeluh. “Ceritanya karena mendapat banyak keluhan, masjid itu dimusyawarahkan agar dipindah,” kata Ashari menceritakan.

Pembangunan dan perkiraan tahun dibangun dan direnovasinya Ashari mengaku tidak tahu persis, tetapi masjid tersebut merupakan peninggalan dari salah satu ulama besar yang pernah singgah di Bangkalan pada masa kerajaan.

“Pertama kali dibangun, kata para leluhur sebelum saya, ini adalah peninggalan imam besar,” jelasnya.

Saat musyawarah rencana pemindahan masjid itu dilakukan, ada seorang ulama yang kebetulan mendengar rencana tersebut, yang diyakini adalah Syaikhona Muhammad Kholil. Sehingga dirinya juga menawarkan bantuan kepada masyarakat, untuk mengirimkan santrinya saat proses pemindahan masjid nantinya.

“Setelah semua sepakat untuk memindahkan masjid, akhirnya para sesepuh menerima bantuan tersebut,” katanya.

Tetapi saat hari pemindahan masjid itu ditentukan, semua santri dan leluhur terkejut saat pagi hari mendapati masjid tersebut sudah berpindah tempat dari yang semula berada di pinggir jalan, lalu menjadi menjorok ke dalam seperti yang semula direncanakan.

“Karena keajaiban itulah, warga dan para santri meyakini kalau kejadian tersebut merupakan pertolongan dari Allah melalui karomah Syaikhona Muhammad Kholil,” jelasnya.

Sejak saat itu, masjid Sabilillah menjadi masjid yang dikeramatkan, baik oleh masyarakat sekitar, santri atau bahkan pengunjung atau peziarah dari luar Bangkalan. Mereka menyempatkan diri untuk sholat atau beribadah di masjid tersebut setelah atau sebelum menuju makam Syaikhona Muhammad Kholil. Bahkan ada yang meniatkan untuk tirakat di masjid legendaris itu.

“Sampai saat ini cerita ini masih terus beredar dan dipercaya oleh masyarakat, sehingga tetap terlihat ramai saat malam Jumat,” pungkasnya. (hel)

Komentar

News Feed