Massa Bersikeras Duduki Halaman BSI Sumenep selama Empat Hari

News, Headline130 views

KABARMADURA.ID | SUMENEP-Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Progresif Sumenep (APS) lakukan aksi unjuk rasa (unras) di depan kantor Bank Syariah Indonesia (BSI) cabang Sumenep, Senin (20/3/2023).

Mereka meminta dugaan fraud yang dilakukan oknum berinial S diusut tuntas. Mereka juga meminta agar pihak BSI dokumen terkait kasus yang diduga menelan kerugian negara sebesar Rp60 miliar tersebut kepada penegak hukum.

Dugaan fraud atau penipuan tersebut terjadi di BNI Syariah sebelum dimerger menjadi BSI.

“Oleh karena itu kami minta BSI tolong kerja samanya, serahkan dokumen itu kepada penegak hukum,” tegas Sulaisi, pengacara para korban dalam orasinya, Senin (20/3/2023).

Sulaisi juga mengungkapkan, sudah ada empat orang yang menyampaikan kepadanya bahwa mereka menjadi korban fraud oknum beriinisial S tersebut. Total kerugiannya di atas Rp5 miliar.

Baca Juga:  Disdikbud Pamekasan Lestarikan Budaya melalui Belajar Bersama di Museum

“Itu baru empat orang sudah Rp5 miliar lebih, tapi dari hasil rapat, dugaannya di atas Rp60 miliar,” urai advokat muda itu.

Selanjutnya, setelah aksi tersebut, pihaknya bersama para korban akan membuka posko pengaduan korban yang masih belum bersuara.

“Empat hari aktif kami buka posko di depan BSI dalam rangka untuk menjaring siapa saja korban fraud Rp60 miliar itu,” jelas Sulaisi

Pada aksi tersebut juga, Fadli Aditia, selaku koordinator aksi mengungkapkan bahwa modus operandi yang dilakukan oknum S kepada para korban dengan cara menggunakan nama orang lain agar melakukan peminjaman di bank dan nilai nominal pinjaman dinaikkan.

“Jadi nilai tanah yang seharusnya Rp300 juta, hasil penilaian tim apresial bisa jadi Rp2,5 miliiar. Itu masuk ke rekening si peminjam, tapi itu hanya beberapa menit saja, lalu langsung berpindah otomatis ke rekening S,” jelas Fadli di depan awak media (20/3/2023).

Baca Juga:  Bayangkan Ramadan Terakhir untuk Bekal Hidup Abadi

Sementara itu, Kepala Kantor Cabang BSI Sumenep Rasul Jailani saat dikonfirmasi enggan membahas lebih gamblang mengenai masalah yang diungkap para pendemo itu. Bahkan dia menganggap aksi itu sebagai langkah yang dapat mendukung pengembangan BSI ke depan. Namun dia berjanji akan mempelajari kasus tersebut.

“Terkait aksi massa hari ini, kami menyampaikan bahwa BSI itu menghargai penyampaian pendapat yang disampaikan masyarakat. Hal itu, tentu dapat mendukung pengembangan BSI ke depannya,” singkatnya.

Pewarta: KM68

Redaktur: Wawan A. Husna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *