Masuk Bulan Peringatan Maulid Nabi, Satgas Diminta Siaga Kondisi

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ ALI WAFA) NAIK LEVEL: Seorang warga sedang mengikuti kegiatan vaksinasi untuk mempercepat terbentuknya herd immunity di Pamekasan. Siaga Peringatan Maulid Nabi

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN-Kabupaten Pamekasan kini berubah status menjadi level 3 dalam pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Kendati begitu, seluruh rumah sakit rujukan pasien Covid-19 tidak lagi merawat pasien pasien terinfeksi Covid-19.

Bahkan, kata Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Slamet Martodirdjo (SMart) Pamekasan dr. Syaiful Hidayat, 30 bed yang disiapkan untuk pasien Covid-19 semuanya kini kosong tanpa penghuni.

“Sekarang jumlah pasien Covid-19 di sini nol,” ungkap dr. Syaiful

Meski begitu, dia menegaskan bahwa Covid-19 masih ada. Bahkan, belajar dari tahun sebelumnya, ada saat-saat berpotensi terjadinya lonjakan kasus Covid-19, seperti pada bulan Rabiul Awal, Hijriyah. Pada bulan Maulid Nabi ini, masyarakat terutama di wilayah pedesaan kerap berkerumun.

Kerumunan itu dalam rangka memperingati hari kelaihran Nabi Muhammad. Pihaknya meminta agar aparat segera mengambil kuda-kuda untuk mengawasi kegiatan masyarakat, agar tidak terjadi kerumunan tanpa protokol kesehatan (prokes).

Menurutnya, bagi masyarakat di pedesaan, tokoh agama menjadi rujukan terakhir. Kata-katanya akan diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat di pedesaan. Karena itu, pihaknya berharap agar tokoh agama terlibat aktif dalam sosialisasi pentingnya mengikuti protkes dan vaksinasi.

“Kalau di bulan Desember hingga Januari ini tidak terjadi lonjakan kasus, berarti kita terbilang cukup aman. Karena biasanya di bulan itu terjadi lonjakan,” tukasnya. 

Sementara itu, Kepala Satuan (Kasat) Polisi Pamong Praja (Pol PP) Pamekasan Kusairi mengungkapkan, pihaknya akan terus berupaya menekan terjadinya kegiatan-kegiatan yang berpotensi menimbulkan lonjakan kasus Covid-19.

Namun, pihaknya mengaku tidak memungkinkan untuk menerjunkan seluruh personel ke seluruh pelosok desa untuk mengawasi pelaksanaan maulid nabi. Karena itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan bintara pembina desa (babinsa), pemerintah desa, dan tokoh setempat.

“Di desa ada kepala desa dan tokoh-tokoh, kita berharap pihak-pihak itu bisa ikut berperan,” ucapnya.

Reporter: Ali Wafa 

Redaktur: Wawan A. Husna

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *