Masyarakat Anggap Pembatasan Layanan BPJS Terlalu Berlebihan

  • Whatsapp
(KM/ ALI WAFA) KETAT: Kantor BPJS Cabang Pamekasan disterilkan demi mengantisipasi menyebarnya Covid-19.

Kabarmadura.id/Pamekasan–Kantor Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) Kesehatan cabang Pamekasan membatasi pengunjung demi menghindari penyebarluasan pandemic Covid-19. Namun kebijakan tersebut disesalkan sebagian masyarakat lantaran dinilai mempersulit dan terlalu belebihan.

Zubair, warga Kelurahan Kanginan, Pamekasan menyayangkan langkah yang diambil BPJS tersebut, karena menurutnya, pelayanan BPJS juga merupakan bagian dari upaya untuk memastikan masyarakat Pamekasan mendapatkan jaminan kesehatan yang layak.

Menurut Zubair, pembatasan layanan oleh BPJS seharusnya tidak seketat itu, karena melayani masyarakat juga demi kesehatan masyarakat.

“BPJS bekerja kan juga untuk kepentingan kesehatan masyarakat, jika masyarakat dipersulit dengan pembatasan pelayanan, lalu bagaimana dengan nasib masyarakat yang membutuhkan jaminan kesehatan, ini kan paradoks jadinya,” ujarnya.

Sementara itu, Staf Humas BPJS Kesehatan Cabang Pamekasan Tegar Wira melalui siaran pers dari Humas kantor pusat BPJS Kesehatan menyampaikan, kebijakan yang diterapkan itu merupakan langkah preventif sesuai instruksi dari pemerintah pusat demi terhindar dari menyebarnya pandemik Covid-19.

Meski begitu, Tegar menyatakan bahwa BPJS tidak sepenuhnya membatasi pelayanan bagi masyarakat. Sebab BPJS Kesehatan cabang Pamekasan masih menerima pelayanan secara langsung, akan tetapi pelayanan tersebut hanya terkhusus bagi penerima bantuan iuran (PBI), sedangkan untuk kategori lain dilayani secara online melalui aplikasi JKN-KIS.

“Kami lakukan ini sebagaimana perintah dari pemerintah pusat, akan tetapi kami masih melakukan pelayanan secara langsung tapi hanya bagi PBI, untuk selain PBI bisa melakukan melalui aplikasi JKN-KIS secara online,” ucapnya.

Hasil pemantauan Kabar Madura, di kantor pelayanan BPJS Kesehatan cabang Pamekasan telah disediakan handsanitizer dan alat pemeriksa suhu. Tidak hanya itu, kursi pengunjung juga diberikan jarak satu kursi agar tidak tidak terjadi sentuhan kulit antar pengunjung yang dikahwatirkan akan bisa menularkan Covid-19. (km53/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *