oleh

Masyarakat Minta Dishub Pamekasan Alihkan Jalur Muatan Berat di Komplek Kampus UIM

Kabarmadura.id/Pamekasan–Dinilai membahayakan pengendara, sejumlah warga mendatangi Dinas Perhubungan (Dishub) Pamekasan, untuk meminta agar truk dan mobil kendaraan berat tidak melintas di sepanjang jalan Pondok Pesantren Miftahul Ulum Bettet Pamekasan.

Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi masyarakat peduli lingkungan dan keselamatan jalan (AMPEL), terdiri dari Ikatan Alumni Universitas Islam Madura (IKA UIM), dosen UIM, Humas Pondok Pesantren Miftahul Ulum Bettet, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat UIM, Kepala Desa Bettet, serta guru SMPN 7 Pamekasan, mendatangi Dsihub untuk menghentikan lalu lalang truk berkapasitas besar.

Salah seorang alumni UIM, Ishaq meminta pihak Dishub mengalihkan mobil truk bermuatan besar ke jalur lain. Pasalnya, Jalan PP. Miftahul Ulum Bettet merupakan akses pendidikan yang di sekitarnya terdapat pondok pesantren dengan ribuan santri, serta juga terdapat perguruan tinggi dengan ribuan mahasiswa dan sekolah dengan ratusan siswa.

Menurutnya, selama ini sering terjadi kecelakaan lalu lintas di sepanjang jalan tersebut yang ditengarai disebabkan oleh kendaraan berat. Tidak jarang kecelakaan itu menimpa mahasiswa, siswa dan warga sekitar.

Selain itu kapasitas jalan yang sempit serta berlubang dinilai akan memperparah kerusakan jalan jika truk dibiarkan melintas. Dia menilai problem tersebut tidak cukup diselesaikan dengan pelebaran dan perbaikan jalan, terlebih lagi kawasan itu tidak memungkinkan untuk melakukan pelebaran jalan, sebab berdempetan dengan perumahan warga.

“Di sana akses pendidikan, sering terjadi kecelakaan, hal itu jelas membahayakan mahsiswa, siswa, santri dan juga warga, terbukti di sana sering terjadi lakalantas,” ujarnya.

Menyikapi hal itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Pamekasan Ajib Abdullah mengaku akan menindaklanjuti keluhan itu dengan melakukan pelebaran jalan. Selain itu, dia mengaku akan segera memasang marka jalan di sekitar kampus dan pondok pesantren.

Sementara terkait pengalihan jalur, pihaknya tidak bisa memastikan bisa memenuhi tuntutan itu. Sebab pihaknya masih perlu melakukan kajian lebih lanjut untuk bisa memenuhi permintaan warga tersebut.

“Kami belum bisa memastikan pengalihan jalur karena masih harus melakukan kajian,” tukasnya. (ali/pin)

 

Komentar

News Feed