Mayoritas Desa Belum Setorkan Realisasi DD dan ADD Tahun 2020

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) JANGGAL: Masih banyak desa yang belum menyelesaikan data penggunaan anggaran dana desa (DD) dan anggaran dana desa (ADD) tahun 2020.

KABARMADURA.ID, SAMPANG – Komisi I DPRD Kabupaten Sampang, melakukan monitoring terhadap realisasi dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD). Namun dari empat belas kecamatan, hanya desa di lima kecamatan yang sudah menyetor data realisasi anggaran tahun lalu. Sedangkan, ada sembilan kecamatan yang belum selesai pendataan realisasi anggaran.

Disinyalir, data belum selesai di tingkat desa. Padahal, semestinya laporan dari desa harus selesai akhir tahun. Lima Kecamatan yang sudah menyetor data realisasi DD dan ADD tahun 2020 diantaranya, Kec. Torjun, Jrengik, Sreseh, Pangarengan dan Kecamatan Sampang. Sedangkan, untuk sembilan kecamatan berdalih masih belum rampung.

Bacaan Lainnya

Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Sampang, Aulia Rahman mengungkapkan, berkewajiban mengontrol penggunaan dana di tingkat desa. Data realisasi harus disetor ke setiap kecamatan. Namun kenyataannya, data belum rampung. “Ini ada yang mau main-main soal laporan. Jika anggaran digunakan sesuai aturan mestinya sudah selesai. Buktinya, hanya beberapa kecamatan saja yang belum menyerahkan laporan ke kami,” kesalnya.

Pihaknya mengaku, akan menyelidiki keterlibatan kecamatan dalam manipulasi data realisasi anggaran. Sebab merupakan tanggung jawab pihak kecamatan adanya keterlambatan pelaporan penggunaan anggaran. Pihak kecamatan berhak menekan desa untuk segera mengumpulkan data laporan pertanggung jawaban.

Dijelaskan, jika masih ada yang belum rampung, kinerja pihak kecamatan juga perlu dipertanyakan. Sebab, saat ini sudah masuk tahap evaluasi. Selanjutnya, proyeksi untuk pembangunan tahun ini. Namun, sembilan kecamatan gagal menyelesaikan data realisasi tahun lalu.

“Adanya temuan kami di Kec. Tambelangan yang hanya dua desa yang berhasil merealisasikan Bumdes itu juga janggal. Kami yakin hal itu menjadi salah satu masalah dalam pelaporan realisasi ADD dan DD,” paparnya.

Pihaknya berharap, kecamatan yang belum menyerahkan segera merampungkan data. Sehingga, realisasi anggaran bisa dibahas dan dievaluasi. Apakah program desa sudah menyentuh masyarakat atau belum.

Camat Tambelangan, Kiatno mengaku belum bisa meminta data dari pendamping desa. Sebab semua pendamping desa di lingkungan Kec. Tambelangan sedang rekreasi. “Kalau pendamping sudah sampai kami serahkan ke DPRD,” janjinya singkat. (man/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *