Mayoritas Mobil Damkar di Sampang Tidak Layak Pakai

  • Whatsapp
(FOTO: KM/JAMALUDDIN) MESIN TUA: Empat mobil pemadam kebakaran (damkar) di Kabupaten Sampang, tetap dioperasikan meski tidak layak pakai.

KABARMADURA.ID, SAMPANG -Ketersedian mobil pemadam kebakaran (damkar) di Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sampang, mayoritas tidak layak pakai. Dari enam kendaraan damkar, hanya dua kendaraan yang terbilang bisa diandalkan. Sedangkan sisanya, empat mobil damkar tidak layak pakai. Hal ini diungkapkan Kasi Damkar Satpol PP Sampang Achmad Huzaini, Rabu (16/6/2021).

Menurutnya, empat mobil tidak layak pakai lantaran sering mengalami kerusakan ketika dioperasikan. Sehingga, perlu dilakukan perawatan intens. Bahkan, dari jumlah keseluruhan damkar hanya satu mobil yang terbilang baru. Damkar tersebut, beroperasi di Kecamatan Ketapang.

Bacaan Lainnya

“Untuk kendaraan damkar lainnya, pengadaan dari tahun 2007-2008. Jadi, wajar jika sering rusak dan membutuhkan perawatan yang intens. Jadi, satu di Ketapang, lima di Sampang, dua mobil jenis tangki, tiga jenis damkar dan kondisinya memang sering rusak,” ujarnya.

Pihaknya menuturkan, instansinya tidak bisa berperan maksimal dalam pengadaan. Sebab, kerap kali mengajukan pengadaan tanpa hasil yang jelas. Sehingga, meski dua kendaraan damkar tidak layak pakai terpaksa harus digunakan dengan mengecek terlebih dulu kondisi mesin dan lainnya sebelum dioperasikan.

“Ketika ada kerusakan langsung dibawa ke bengkel, khawatir ketika ada kejadian kebakaran mobil rusak ditengah jalan,” tuturnya.

Disinggung mengenai, besaran anggaran perawatan untuk damkar setiap tahun ?. Pihaknya mengaku, tidak mengetahui secara pasti dengan dalih dana secara umum berada di instansinya. Sedangkan, petugas yang mengoperasikan kendaraan keseluruhan berjumlah 42 petugas yang dibagi dua wilayah.

Rinciannya, 12 orang di wilayah Ketapang dan 24 petugas di Sampang. Sisanya, 6 petugas menggunakan kendaraan roda dua agar lebih mudah tiba di lokasi kebakaran. “Katanya tidak ada anggaran ya tetap menggunakan mobil lama ini, dan ini memang kurang maksimal. Jadi ketika mau memperbaiki mobil harus mengajukan dulu,” tegasnya.

Pihaknya mengklaim, pelayanan selama ini cukup optimal berdasarkan informasi dari masyarakat melalui nomor ponsel yang disediakan. Namun, ketika ada kejadian kerap kali informasi yang disampaikan masyarakat tidak jelas dan terlambat. Namun, pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan pelayanan terbaik.

“Saat ada laporan dari masyarakat kami terjun. Karena sudah ada nomor pelaporan. Kadang masyarakat itu iseng melaporkan ada kebakaran, tetapi saat di cek ke lokasi tidak ada kejadian apa-apa,” tukasnya.  (mal/ito)

Data Mobil Damkar

  • Jumlah keseluruhan 6 damkar
  • 4 damkar tidak layak pakai
  • Sering mengalami kerusakan
  • Harus masuk bengkel sebelum beroperasi
  • Pengadaan tahun 2007-2008
  • 2 damkar layak beroperasi
  • 1 damkar baru di Kecamatan Ketapang
  • 1 damkar di Kota Sampang

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *