oleh

Mayoritas Pengendara, Belum Memahami Perubahan Arus Lalin

KABARMADURA.ID, SAMPANG -Keoptimalan sosialisasi perubahan arus lalulintas (lalin) di Kabupaten Sampang masih meragukan. Sesuai kondisi di lapangan, masih banyak pengendara yang melanggar akibat ketidaktahuan mengenai adanya perubahan arus tersebut.

Kepala Seksi (Kasi) Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Perhubungan Darat Dinas Perhubungan (Dishub) Sampang, Khotibul Umam tidak menapik adanya  pengendara yang masih melanggar.

Sebab, perubahan jalur lalin tersebut terbilang baru. Yakni, awal Maret 2021. Sehingga, untuk bisa dipahami oleh pengguna jalan membutuhkan waktu lama. Menurutnya, perubahan arus lalin meliputi Jalan Jamaluddin yang sebelumnya hanya satu arah untuk mobil. Saat ini sudah diberlakukan dua arah.

Namun, tidak semua mobil bisa melintas di jalan tersebut. Melainkan, hanya mobil yang memiliki jumlah berat di bawah 7.500 kilogram. Sedangkan untuk mobil dengan berat di atas 7.500 kilogram harus melintas menuju jalan raya pangarengan atau tidak bisa masuk ke kawasan kota.

“Tujuannya, untuk kondusifitas kendaran area kota. Peralihan arus ini, masih baru diterapkan, jadi memang ada yang melanggar. Yang jelas, untuk angkutan truk kalau yang beratnya lebih dari 7.500 arah dari Pamekasan harus melewati Jalan Pangarengan, tidak boleh masuk kota,” tuturnya, Senin (8/3/2021).

Lebih lanjut Khotibul Umam menjelaskan, untuk kendaraan truk jenis fuso, atau truk lainnya yang memiliki berat di bawah 7.500 kilogram boleh masuk ke jalur kota, Namun, tidak semerta-merta melintas. Sebab, ada jalan khusus yang sudah disediakan.

Yakni, ketika dari arah jalan Syamsul Arifin atau Pamekasan dilarang belok kanan menuju Jalan Rajawali ke arah rumah sakit. Akab tetapi harus lurus menuju Jalan Rajawali II, kemudian belok kanan menuju Jalan Jamaluddin. “Saat ini Jalan Rajawali II sudah jadi satu arah, jadi tidak ada arus yang berlawanan,” jelasnya.

Kendati demikian, Umam menyampaikan sebelum perubaha arus diberlakukan, sudah melakukan sosialisasi kepada para pengguna jalan. Termasuk, penjagaan selama 24 jam. Sehingga, ketika ada kendaraan atau truk yang mau masuk ke kota diarahkan ke jalur yang disediakan.

“Yang jelas, kami sudah pasang rambu-rambu, tapi masih banyak yang belum paham. Jadi, memang butuh waktu,” pungkasnya. (mal/ito)

 

Komentar

News Feed