Mayoritas Pesantren Keberatan Vaksinasi, Dipengaruhi Hoaks Terbuat dari Minyak Babi

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ IST) MASIFKAN: Beberapa pondok pesantren di Pamekasan telah menggelar vaksinasi untuk santrinya.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN-Kendala yang banyak dialami pada vaksinasi santri di pondok pesantren,  membuat capaian target vaksinasi melambat. Sejauh ini, baru 10 pesantren yang bersedia santrinya divaksin. Sementara target jumlah pesantren yang harus dicakup vaksinasi sampai 350 lembaga.

Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 0826 Pamekasan, Letkol Inf Tejo Baskoro kepada Kabar Madura mengungkapkan, pelaksanaan vaksinasi terhadap para santri di pondok pesantren di Pamekasan mulai berjalan sejak (4/8/2021) lalu. Namun, tidak semua pesantren bersedia melaksanakan vaksinasi.

Letkol Tejo mengungkapkan, masih banyak pondok pesantren yang enggan melaksanakan vaksinasi karena percaya terhadap berita bohong mengenai vaksin. Sebagian pondok pesantren masih ragu dengan vaksinasi setelah mendengar kabar bahwa vaksin terbuat dari minyak babi dan dapat membunuh warga.

Sementara pihaknya menargetkan sekitar 350 pondok pesantren di Pamekasan dapat melaksanakan vaksinasi. Namun, hingga saat ini masih terdapat sekitar 10 pesantren yang berkenan menggelar vaksinasi kepada santri-santrinya. Namun demikian, dia tidak patah semangat untuk terus memberikan edukasi, hingga semua pihak sadar pentingnya vaksinasi.

“Kami harapkan semuanya, santri-santri yang ada di seluruh Pamekasan ini mau divaksin. Karena masih ada yang tidak mau. Karena masih banyak hoaks yang beredar,” ungkapnya. (ali/waw)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *