Mayoritas Program Aspirasi DPRD Pamekasan Pekerjaan Fisik

News59 views

KABARMADURA.ID | PAMEKASAN -Sedikitnya terdapat 9 titik lokasi program yang bersumber dari hibah aspirasi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) tahun ini. Mayoritas program didominasi pekerjaan fisik. Bahkan mayoritas penerima merupakan lembaga pendidikan, dengan jenis pekerjaan berupa perbaikan sarana dan prasarana (sarpras).

Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan Ridwan mengaku, tahapan perencanaan terhadap 9 titik hibah aspirasi DPRD tersebut sesuai petunjuk Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapprida). 

Sedangkan, untuk realisasinya Bapprida juga bertanggung jawab mengawasi keberlangsungan pekerjaan. Termasuk pengawasan berkala terhadap berbagai kegiatan fisik dari setiap penerima program hibah. “Untuk lembaga penerimanya, ada yang di bawah naungan instansi kami, dan ada yang berasal dari lembaga di bawah Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pamekasan,” ujarnya kepada Kabar Madura, Minggu (8/10/2023). 

Pihaknya menuturkan, sedangkan jumlah anggaran yang akan dialokasikan terhadap 9 lembaga pendidikan sekolah menengah pertama (SMP) sederajat cukup bervariasi. Masing-masing, Rp100 juta, Rp150 juta hingga Rp200 juta. Total anggaran yang dikhususkan untuk kegiatan penambahan sarpras di bidang pendidikan Rp1,1 miliar. 

Baca Juga:  Belum Penetapan Calon, Bawaslu Pamekasan Anggap Sebaran Baliho Tidak Menyalahi Aturan

“Maaf saya tidak bisa menyebut secara rinci mengenai dana di setiap pekerjaan atau lembaga pendidikan. Nanti ketika ke lapangan, kami bersama konsultan yang ditunjuk oleh setiap lembaga pendidikan,” tuturnya. 

Dijelaskan, progress pekerjaan fisik saat ini sudah mencapai 80 persen hingga 90 persen. Sedangkan untuk tahapan realisasi pencairan anggaran, tahap pertama atau termin pertama 60 persen dan termin kedua 40 persen. Sampai saat ini masih menggunakan anggaran termin pertama. Bahkan hasil pemantauan ke lapangan, belum ada temuan yang mencolok mengenai realisasi pekerjaan. 

Baca Juga:  Diskoperindag Ungkap Alasan Bersikukuh Akan Relokasi Pedagang di Pasar Srimangunan

“Semua pekerjaan sesuai dengan perencanaan. Setelah pekerjaan semuanya tuntas, setiap penerima harus bisa merawat dengan baik, agar terus bisa bermanfaat bagi peserta didik,” tegasnya. 

Pewarta: Khoyrul Umam Syarif

Redaktur: Totok Iswanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *