oleh

Mayoritas Puskesmas di Sampang Masih Terakreditasi Madya

KABARMADURA.ID, SAMPANG -Kualitas pelayanan pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) di wilayah Kabupaten Sampang belum sepenuhnya optimal. Sebab, fasilitas kesehatan (Faskes) tingkat pertama, mayoritas masih terakreditasi madya hingga belum ada yang paripurna. Hal tersebut diungkapkan, Sekretaris Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Sampang Asrul Sani, Selasa (16/3/2021).

Menurutnya, dari total 22 puskesmas yang tersebar di 14 kecamatan hanya ada 4 puskesmas yang terakreditasi utama. Meliputi Puskesmas Banyuanyar, Omben, Kamuning dan Tanjung. Sedangkan,  puluhan puskesmas lainnya masih berstatus akreditasi madya. Bahkan, satu puskesmas belum terakreditasi, yakni Puskesmas Pulau Mandangin.

Akreditasi itu, merupakan salah satu parameter untuk menentukan kualitas pelayanan di puskesmas. Adapun tingkatan akreditasi, meliputi pratama, madya, utama dan yang tertinggi paripurna.

“Akreditasi Puskesmas rata-rata masih madya, baru ada empat yang utama dan satu belum terakreditasi, karena masih baru dan harus dilengkapi sarana prasarana agar sesuai standar,” ujarnya.

Pihaknya menguraikan, penilaian akreditasi dilakukan oleh pihak luar yang independen, yakni Komisi Akreditasi FKTP Kemenkes Jakarta. Namun, pada tahun 2020 kemarin tidak ada survey akreditasi, lantara adanya wabah Covid-19. Sehingga, belum ada peningkatan kembali. Ia membeberkan, faktor masih rendahnya kualitas pelayanan di puskesmas dipengaruhi oleh beberapa aspek.

Sesuai kriteria dalam menentukan akreditasi itu, dari sisi aspek administrasi, manajemen, upaya kesehatan masyarakat dan mutu pelayanan kesehatan bagi perorangan. “Kalau yang madya ini, sangat dimungkinkan ada salah satu aspek yang belum memenuhi standar yang telah ditentukan, bisa karena sarananya dan lainnya yang kurang,” urainya.

Sambung Asrul, kendati rata-rata akreditasi Puskesmas mentok di madya, dirinya berkelit proses pelayanan kepada masyarakat tetap dilakukan secara maksimal. Hanya saja, masih butuh penambahan dan perbaikan, baik sistem dan kelengkapan fasilitas.

“Akreditasi ini kan masih berproses, kami kira tidak sampai menghambat terhadap pelayanan, karena kami terus berupaya agar bisa sesuai standart dan terus berbenah, semisal melatih SDMnya dan menambah perlengkapannya,” timpalnya.

Sementara itu, seorang warga asal Kecamatan Sampang Bukhori mengeluhkan, pelayanan di salah satu Puskesmas yang sudah terakreditasi Utama, kata dia, akreditasi itu hanya terkesan formalitas. Sebab, pelayanan yang diberikan kepada masyarakat dan pasien hampir tidak ada bedanya dengan yang masih madya, yakni kurang respon dan ramah serta lainnya.

“Kalau bagi saya akreditasi ini tidak begitu penting, tapi kemauan dari para tenaga medisnya, dokter dan perawatnya bersungguh-sungguh melayani dengan hati. Apalah arti akreditasi, jika pelayanan kerap dikeluhkan dan mengecewakan,” kesalnya. (sub/ito)

Komentar

News Feed