Mayoritas Sekolah di Bangkalan Tidak Memahami Manfaat UKS

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) Moh. Fauzi-Kasi Pembinaan SMA, SMK dan PK PLK Cabdin Jatim

KABARMADURA.ID | BANGKALAN -Ketersediaan unit kesehatan sekolah (UKS) di tingkat lembaga pendidikan menengah atas perlu diperhatikan. Dari total 10 sekolah menengah atas negeri (SMAN) dan 59 swasta, hanya ada 12 sekolah yang memiliki UKS. Selain itu, pemanfaatan dan pengelolaannya juga belum maksimal dan efektif.

Sebab banyak sekolah yang hanya memahami, UKS hanya untuk merawat anak sakit. Padahal ada banyak manfaat ketersediaan UKS. Salah satunya, untuk mengajarkan pentingnya pendidikan kesehatan sejak dini bagi anak dan memberikan layanan kesehatan bagi siswa.

“Beberapa hari lalu saya mengikuti pelatihan untuk pemanfaatan dan pembinaan UKS, makanya saya mengetahui dan memang banyak manfaatnya,” ujar Kepala Seksi Pembinaan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) serta Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PK-PLK) Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur (Jatim) Moh. Fauzi, Senin (18/10/2021).

Seharusnya setiap sekolah sudah mampu membangun atau menyediakan ruangan untuk UKS. Sebab ketersediaannya, menjadi komponen penting bagi sekolah. Sehingga ke depan, akan ada stratifikasi dan juga peningkatan kualitas. Bahkan, akan menjadi penilaian tersendiri mengenai ketersediaan UKS di setiap sekolah secara berkala.

“Saya juga akan segera mensosialisasikan ini ke sekolah, agar mereka bisa memahami dan mau berkembang,” tegasnya.

Sementara itu, Pengurus UKS di SMAN 3 Bangkalan Moh Arof mengatakan, ketersediaan UKS di sekolah kerap kali memang hanya disediakan untuk pelayanan kesehatan. Sehingga yang ada di dalam ruangan hanya obat pertolongan pertama pada Kecelakaan (P3K) dan obat-obatan secara umum. “Tidak dibuat kegiatan lain, hanya untuk penanganan siswa sakit saja,” jelasnya.

Kata Arof, penempatan UKS juga kadang di pojok dan jauh dari jangkauan siswa. Selain itu, pengurus dan manajemen UKS harusnya ada dari siswa dan juga guru. “Kalau mau dikembangkan, saya rasa nanti harus seimbang pengurusnya, sehingga manfaat UKS bisa maksimal,” sarannya.

Reporter: Helmi Yahya

Redaktur: Totok Iswanto

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *