oleh

Mayoritas Toko Modern Milik Ponpes di Pamekasan Boikot Produk Prancis

KABARMADURA.ID, Pamekasan – Seruan boikot terhadap produk Prancis telah mencuat beberapa pekan lalu. Tepatnya, setelah Presiden Prancis, Emmanuel Macron bersikukuh membela pembuatan kartun Nabi Muhammad. Akibat tindakan tersebut banyak supermarket melakukan  pemboikotan terhadap produk asal Prancis.

Utamanya, terjadi di berbagai toko di bawah naungan pondok pesantren (ponpes) yang sebelumnya telah menjual produk-produk luar negeri tersebut.  Seperti, toko Basmalah, Sidogiri, dan Homastas Mambaul Ulum, Bata-Bata, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan. Pemboikotan itu, resmi melalui instruksi yang ditandatangani oleh Direktur Marketing PT Sidogiri Mitra Utama, Muhammad Rifan.

Pengasuh pondok pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, Rkh. Moh. Tohir Abd Hamid mengaku, sudah mengajak semua santri dan alumni untuk memberikan hukuman terhadap orang yang telah melecehkan Nabi Muhammad. Dirinya meminta kepada seluruh santri dan alumni untuk tidak menggunakan produk tersebut.

“Meski secara kebiasaan, kami tidak bisa terlepas dengan produk mereka, tapi ubahlah mulai dari sekarang,” ungkapnya, Selasa (3/11/2020).

Menurutnya, instruksi yang dilakukan itu merupakan wujud dari pembelaan umat Islam terhadap Nabi Muhammad. “Musuhnya nabi adalah musuh kita, dan orang yang nabi sayangi adalah orang yang kita sayangi,” imbuhnya.

Dia mengutip ungkapan salah satu tokoh Islam asal Sumatera yang terkenal dengan sebutan Buya Hamka. Yakni, jika kamu diam di saat agamamu dihina, ganti saja bajumu dengan kain kafan. Menurutnya, orang Islam yang membiarkan pelecehan merupakan tindakan kejahatan yang sebenarnya, meski diakui tidak suka terhadap kekerasan.

Pihaknya, meminta kepada pemerintah Indonesia untuk menekan pemerintah Prancis untuk segera meminta maaf terhadap umat Islam. Atas kejadian itu, dia juga meminta agar masyarakat tidak memiliki ketergantungan terhadap produk dari luar. Akan tetapi, produk asli dari Indonesia juga bisa dikonsumsi.

“Semoga kita bisa menciptakan produk-produk yang berkualitas, yang tidak kalah saing dengan produk (luar Negeri red),” pungkasnya. (km55/ito)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

News Feed