Mbah 70 Tahun Tidak Tersentuh Bantuan Pemerintah

  • Whatsapp
TAK TERSENTUH: Mbah Rip (70) satu di antara beberapa warga asal Kabupaten Sampang yang luput dari perhatian pemerintah.

Kabarmadura.id/Kisah pilu harus dialami seorang mbah 70 tahun yang hidup sebatangkara dan penuh ketersebatasan asal Kabupaten Sampang. Ironisnya, mbah yang bertahan dengan mengharap uluran tangan orang itu, harus tinggal di rumah reyot miliknya yang hampir roboh itu, tidak pernah tersentuh bantuan sosial (bansos) dari pemerintah.

JAMALUDDIN, SAMPANG

Pagi itu, Rabu (16/10) langkah Kabar Madura tertuju ke salah satu desa pinggiran di wilayah perkotaan Sampang, tepatnya di Dusun  Naro’an, Desa Penggan, Kecamatan Sampang. Sesampainya di lokasi, tampak sejumlah orang sedang memperbaiki sebuah bangunan reot terbuat dari anyaman bambu yang roboh. Bangunan itu tak lain merupakan dapur milik Mbah Rip (70).

Sebelum dapur yang ditinggalinya roboh, kehidupan yang dijalani Mbah Rip cukup pelik. Sejak 2008 lalu, dirinya harus berjuang untuk bertahan hidup sebatangkara. Tidak ada sanak famili atau pun kerabat yang menemaninya.

Ironisnya, meski di usia yang mulai senja hidupnya penuh keterbatasan dan jauh dari kata layak. Selama puluhan tahun Mbah Rip tak tersentuh bantuan sosial (bansos) dari pemerintah, baik bantuan beras sejahtera (rastra), rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), ataupun bantuan lain dari program pemerintah.

Meski kondisinya sudah sangat memperihatinkan, Mbah Rip mengaku rumah yang ditinggalinya itu hingga kini belum pernah ada perbaikan. Lantaran dirinya tidak memiliki simpanan uang yang cukup untuk memperbaiki bangunan tersebut.

Dirinya pun tidak bisa berbuat banyak, lantaran usianya saat ini sudah tidak muda lagi. Mbah Rip hanya berharap belas kasih dari tetangga, serta orang lain yang masih peduli untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Jangankan mau renovasi, untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya saja harus menunggu pemberian dari tetangga,” ujarnya pilu.

Selain hampir roboh akibat dinding yang tampak retak di berbagai sisi, rumah yang ditinggali Mbah Rip terbilang sudah sangat tidak layak huni. Atap rumah terlihat sudah banyakberlubang. Tak pelak, saat hujan, sebagian ruangan yang dia tinggali basah lantaran air yang masuk ke dalam rumah. Bahkan sebagian tiang bangunan harus disangga kayu, lantaran takut roboh.

Mirisnya, di tengah gencarnya program pengentasan kemiskinan yang digalakan oleh pemerintah, Mbah Rip mengaku, hingga saat ini belum ada bantuan rehab rumah dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab)Sampang, maupun pemerintah desa setempat.

Dirinya berharap, ada perhatian dari pemerintah atas kondisi yang dialaminya, sehingga rumah yang nyaris roboh yang dimilikinya bisa diperbaik oleh pemerintah kabupaten maupun pemerintah, agar saat dirinya beristirahat maupun tidur di malam hari tidak lagi dihantui ancaman rumah roboh.

“Selama ini saya tidak pernah menerima bantuan apapun,” ungkapnya. (pin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *