oleh

Mbak Joe, Perempuan Desa dengan Peran Nasional

Kabarmadura.id/SUMENEP-Nama lengkapnya Juwairiyah Mawardi, namun banyak orang memanggilnya Mbak Joe. Nama tersebut, diakui Juwairiyah cukup akrab diterimanya saat dirinya kuliah di Universitas Islam Negeri (UIN) Malang.

Nama udara Mbak Joe, makin gampang diingat, terlebih masih aktif berkecimpung di dunia kepenulisan di Forum Lingkar Pena (FLP) Cabang Malang. Di kelompiknya itu, perempuan berusia 40 tahunini berada di divisi produksi. Dari FLP  juga mengantarnya untuk mengemban amanat sebagai pembina FLP Cabang Pamekasan.

Mbak Joe sudah dikenal produktif di dunia kepenulisan sejak masih nyantri. Pada perkembangannya juga menulis banyak cerita pendek yang tersebar di berbagai media lokal dan nasional, seperti Horison, Kartini, tabloid Nova, Kartika, majalah Ummi, Harian Analisa Medan, Republika, Surya, Surabaya Post, Radar Surabaya,Inilah, Koran Jawa Barat, tabloid Serambi Ummah, tabloid Cempaka (Suara Merdeka Group).

Sajak-sajaknya terkumpul dalam antologi Surat Putih II (Risalah Badai, 2002), Negeri Terluka (Logung Pustaka, 2005), antologi puisi Pahlawan (2014).

Sebagian cerpennya tergabung dalam Sang Penelepon (MediaKita, 2007), antologi sastra Dewan Kesenian Sumenep, Wanita yang Membawa Kupu-Kupu (2009), antologi cerpen tunggal Rencana Paling Sempurna (2011), antologi cerpenis wanita Indonesia, Pisau (2015).

Sebuah esainya masuk dalam kumpulan esai 100 penulis pilihan Mizan (Qanita Mizan, 2010). Saat ini beraktivitas sebagai ibu rumah tangga dan  pendidikserta penulis.

Prinsip tak henti belajar, hingga kini masih dipegang teguh oleh Mbak Joe. Itu yang menyebabkan dirinya hingga kini selalu berupaya membaca di setiap waktu senggang.

Pengalaman dalam dunia kepenulisan dan aktivitasnya di organisasi sosial, menjadikan Mbak Joe seringkali diundang sebagai instruktur kepenulisan di pesantren-pesantren, sekolah, maupun organisasi mahasiswa.

Selain dunia kepenulisan, Mbak Joe juga dikenal memiliki perhatian terhadap gerakan pembelaan hak kaum perempuan di ranah publik dan juga aktif sebagai pembela buruh migran. Pintu gerakan dalam membela kaumnya, dia torehkan melalui Fatayat NU, Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Cabang Sumenep serta komunitas Kata Bintang (KB).

Beberapa tahun terakhir mbak Joe juga kerap diundang mengisi hikmah pernikahan. Menurut pengakuannya, kebiasaannya berceramah ini sudah dirintis sejak remaja. Mbak Joe dikader oleh almarhumah gurunya ,Nyai Hj. Ummal Khair Bahar (mantan Ketua PC Muslimat NU Sumenep).

Sebagai perempuan, Mbak Joe termasuk sosok tangguh. Terbukti, perempuan yang lahir di Desa Karduluk. Kecamatan Pragaan tersebut pernah mendapatkan amanah sebagai tim seleksi calon anggota KPU Jatim wilayah Madiun, pernah menjabat sebagai ketua divisi HIV AIDS di sebuah LSM Buruh Migran di Jawa Timur tahun 2003-2007.(imd/bri/waw)

Komentar

News Feed