MDW Sampang Tuding BRI Jadi Sarang Mafia Bansos

News93 views

KABARMADURA.ID | SAMPANG -Diduga memelihara oknum pegawai yang terindikasi menjadi mafia dalam penyaluran bantuan sosial (bansos), puluhan aktivis yang tergabung dalam Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Madura Development Watch (MDW) Sampang meluruk Kantor Cabang Bank Rakyat Indonesia (BRI) setempat, Kamis (15/6/2023).

Peserta aksi bergantian menyampaikan orasinya. Mereka menuding BRI menjadi sarang mafia Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH). Pasalnya BRI kerap kali mempersulit penerima bansos saat hendak mencairkan bantuannya. Misalnya, penerima bansos diminta mengurus surat kehilangan buku tabungan (butab), padahal belum pernah mendapatkan butab sebelumnya.

Banner Iklan Stop Rokok Ilegal

“Seharusnya bansos di Sampang ini tidak lagi disalurkan melalui BRI, karena banyak mafianya,” ungkap Ketua LSM MDW Sampang Siti Farida kepada awak media.

Baca Juga:  Bawaslu Sumenep Dituntut Tegas Menindak Dugaan Pejabat BUMD Mendukung Caleg

Menurutnya,oknum pegawai BRI telah memindahtangankan butap dan ATM milik penerima bansos pada pihak yang tidak bertanggung jawab. Kemudian, setelah diketahui, BRI malah meminta yang bersangkutan mengurus surat kehilangan.

“Kami menduga pihak BRI secara sengaja menahan butab dan ATM ini untuk tidak diberikan kepada penerima bansos yang mengakibatkan rekeningnya terblokir. Sehingga saldonya tidak bisa diambil oleh penerima. Kami juga menduga adanya keterlibatan oknum tertentu dalam memanipulasi dan menggelapkan dana bansos secara terstruktur ini,” jelas Siti Farida.

Sedangkan Pimpinan Cabang (Pimcab) BRI Sampang Rahmat Salim menjelaskan, pengurusan kehilangan butab milik penerima bansos itu sebagai laporan kepada BRI pusat untuk pengajuan pencairan dana bansos yang ditarik sebelumnya.

Baca Juga:  Setahun Disahkan, Ripparkab Tidak Difokuskan pada Pengembangan Objek Destinasi Wisata di Pamekasan

Dijelaskan Rahmat, setiap saldo bansos yang tidak diambil hingga tiga bulan, rekeningnya hangus dan saldonya ditarik kembali. Maka untuk bisa menarik kembali saldo itu, penerima perlu membuka rekening baru dengan syarat harus mengurus keterangan kehilangan terlebih dahulu.

“Untuk pemberitahuan saldo cair dan tidaknya itu bukan tugas kami. Itu tugas pendamping yang memberitahukan kepada KPM. Ini perlu diketahui agar kita tidak terkesan menahan dana bansos ini,” terangnya.

Pewarta: Subhan

Redaktur: Sule Sulaiman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *