oleh

Mega Proyek Senilai Rp7,8 Miliar Gagal Digelar

Kabarmadura.id/Pamekasan-Mega proyek di Pamekasan senilai Rp7,8 miliar, berupa perbaikan Jalan Raya Pegantenan-Batumarmar, dipastikan gagal dilaksanakan tahun 2020 ini.

Kepastian digagalkannya pelaksanaan proyek tersebut, secara teknsi disampaikan Kepala Lempaga Pengadaan Barang dan Jasa secara Elektronik (LPSE) Sekretaritat Kabupaten (Setkab) Pamekasan, Akhmad Basri Yulianto, Basri pada Kamis (16/4/2020).

Ihwal penggagalan pelaksanaan pengerjaan jalan tersebut, jelas Basri, karena adanya surat edaran dari Kementerian Keuangan (kemenkeu) untuk dana APBD yang bersumber dari pusat berupa dana alokasi khusus (DAK), pelaksanaannya ditangguhkan dan dialihkonsentrasikan untuk penanganan wabah Covid-19.

“Tahun kami mengadakan paket Jalan Pegantenan-Bujur Barat Batumarmar, tapi karena ada surat dari Kementerian Keuangan dan sumbernya dari DAK fisik, pembangunan jalan itu tidak boleh dilanjutkan. Ya  akhirnya lelang  sudah kita batalkan,” jelas Basri.

Selain perbaikan Jalan Pegantenan-Batu Mar-mar yang dibatalkan proses lelangnya, Basri mengungkapkan bahwaa terdapat beberapa proyek pembagunan yang sumber pendanaannya berasal dari DAK dan APBD yang juga akan dibatalkan.

Namun, Basri masih belum mengetahui secara pasti program dan nilai proyek-proyek yang akan digagalkan, karena masih menunggu selesainya kajian dari realokasi anggaran di APBD Pamekasan tahun 2020.

“Kami sedang menunggu dari hasil akhir realokasi dan refocusing anggaran. Sementara masih belum rinci paket pengerjaan apa saja yang tetap dijalankan dan yang akan dihapus,” terangnya.

Sejatinya, tidak semua proyek fisik  yang sumber anggarannya  berasal dari DAK fisik digagalkan. Ada bebrapa kegiatan yang tetap dijalankan, utamanya jika masa kontraknya disepakati sebelum tanggal 27 Maret 2020. Namun, jika melewati tanggal tersebut, secara otomatis tidak bisa dikerjakan.

“Untuk jalan Pegantenan Batumarmar belum ada kontrak, karena pada waktu itu tahapannya sampai pada pemasukan penawaran. Tanggal 27 sudah harus dibatalkan, sebab belum ada kontrak,” pungkasnya. (rul/bri/waw)

 

Komentar

News Feed