Mekanisme Penyaluran BPNT di Sampang Terabaikan

(KM/FATHOR RAHMAN) KESAL: Sejumlah warga Kecamatan Camplong, Sampang merasa dirugikan dengan realisasi bantuan pangan non tunai (BPNT) dengan sistem lama. 

KABARMADURA.ID | Sampang-Sejumlah pemerintah desa disinyalir belum melaksanakan regulasi pemberian bantuan pangan non tunai (BPNT) tahun ini. Terbukti, di Kecamatan Camplong masih banyak penyaluran bantuan menggunakan cara lama.

Untuk diketahui, Kementerian Sosial (Kemensos) mengubah mekanisme penyaluran bantuan sosial (bansos) berupa BPNT. Sejak triwulan pertama tahun 2022, periode Januari-Maret 2022 para keluarga penerima manfaat (KPM) tidak lagi menerima bahan makanan. Namun berupa uang tunai yang didistribusikan melalui PT. Pos Indonesia.

Penelusuran Kabar Madura, sejumlah desa di Kecamatan Camplong masih menerapkan pemberian BPNT dengan sembako. Bahkan bantuan diambil langsung di rumah sejumlah kepala desa (kades). Sehingga realisasi bantuan tidak sesuai dengan peraturan yang baru. Bahkan sejumlah oknum pemerintah desa di Kecamatan Camplong menyiasati agar KPM tetap menerima sembako. 

Bacaan Lainnya

Sedangkan uang sebesar Rp600 ribu ditukar kupon senilai Rp600 ribu oleh KPM. Sehingga warga tetap wajib menukarkan kupon dengan sembako di rumah kades. “Kami tidak pernah menerima uang. Tapi menerima kupon. Sehingga kupon itu wajib ditukar dengan sembako yang sudah disediakan oleh perangkat desa,” ungkap salah satu KPM di Kecamatan Camplong yang menolak namanya disebut, Senin (28/2/2022). 

Menurutnya, masyarakat tidak diberikan kesempatan berbelanja sesuai kebutuhan. Sehingga warga menerima bantuan persis dengan tahun lalu. Yakni, menerima sembako sesuai keinginan pemerintah desa. Sehingga masyarakat merasa dirugikan. Sebab jika dikalkulasi, jumlah sembako tidak mencapai Rp600 ribu. 

“Jika begini, apa bedanya BPNT berupa uang tunai dengan sembako. Masih ada jual-beli sembako oleh pemerintah desa,” keluhnya. 

Sementara itu Camat Camplong, Syaffak saat dikonfirmasi enggan memberikan keterangan. Berusaha dikonfirmasi tentang beberapa desa yang melakukan penyaluran BPNT dengan cara lama, pihaknya tidak merespon. 

Selain itu, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Anak (Dinsos dan PPA) Sampang, Fadeli juga belum berhasil dikonfirmasi. Ketika ingin dimintai keterangan melalui nomor ponselnya tidak tersambung. 

Reporter: Fathor Rahman

Redaktur: Totok Iswanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.