oleh

Melenceng, Program Jalan Tani Dicoret

Kabarmadura.id/SAMPANG-Upaya peningkatan infrastuktur kawasan pertanian melalui program Jalan Tani, terpaksa ditiadakan atau dicoret. Program yang digalakkan Dinas Pertanian (Dispertan) Sampang tersebut, tidak terbukti mendorong peningkatan produksi dan mensejahterakan petani di wilayah itu.

Program jalan tani yang bertujuan memperlancar akses transportasi pertanian, semisal memudahkan proses pengangkutan hasil dan peralatan pertanian itu, juga berdampak negatif terhadap ketersedian lahan produktif.

Saat jalan kawasan pertanian sudah bagus, maka tidak lama kemudian banyak berdiri bangunan baru. Sehingga ketersedian lahan produkti terus berkurang. Sedangkan ketersedian lahan itu harus terus dilindungi agar tetap bisa berproduksi untuk pemenuhan kebutuhan pangan.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dispertan Sampang Suyono mengatakan, selama tahun 2019, program pertanian difokuskan pada vegetasi tanaman. Sedangkan peningkatan infrastuktur seperti jalan tani ditiadakan, karena ditengarai kurang efektif dalam mendorong peningkatan produksi dan menjaga ketersedian lahan pertanian produktif.

Ketersedian infrastuktur pertanian melalui program itu, kata Suyono, hanya berdampak memperlancar tranportasi pertanian, tidak meningkatkan produksi, terlebih mensejahterakan petani.

Menurut dia, infrastruktur pertanian bagus tidak diperlukan jika hasil produksi tanaman tidak meningkat. Jika fokus pada pengembangan dan peningkatan tanaman, pihaknya berkeyakinan pengaruh dan dampaknya dapat langsung dirasarkan para petani, semisal hasil produksi melimpah, pendapatan meningkat dan sebagainya.

”Tahun ini program jalan tani tidak ada. Namun, tidak berarti infrasuktur tidak penting, hanya saja dampaknya tidak langsung dirasakan oleh petani, sehingga kami memilih fokus pada vegetasi tanamannya,” katanya, Senin (1/4).

Pada tahun 2018, Dispertan sudah membangun dan meningkatkan jalan tani yang tersebar 11 titik di berbagai kecamatan. Setiap lokasi dianggarkan Rp100 juta yang disesuaikan dengan panjang dan lebar jalan. Sehingga total anggaran mencapai Rp1,2 miliar yang bersumber dari dana alokasi umum (DAU).

Angka produksi pertanian, beberapa tahun terakhir belum ada peningkatan signifikan, per tahun, rata-rata produksi pertanian di Kota Bahari, untuk komoditi padi sekitar 300 ribu ton, jagung 90.600 ton dan kedelai 34.950 ton. Dengan demikian, program jalan tani ditiadakan dan fokus pada vegetasi tanaman.

”Untuk mendorong vegetasi tamana ini, kami menyediakan bantuan benih jagung hibrida dan bibit tanaman yang berkualitas, sehingga produksi diharapkan meningkat signifikan,” pungkas Suyono. (sub/waw)

Komentar

News Feed