Melihat Dedikasi Ketua PC IPNU Badrud Tamam

  • Whatsapp
KM/ ALI WAFA

Kabarmadura.id/Pamekasan-Pelajar adalah generasi bangsa yang memiliki amanat untuk memberikan perubahan terhadap negeri di masa medatang. Begitulah persepsi Badrud Tamam yang menjadikannya memiliki rasa empati dan peduli besar terhadap pelajar muda Indonesia.

ALI WAFA, PAMEKASAN

Anak muda kelahiran Pamekasan 14 Juli 1996 ini, kini mengabdikan diri sebagai Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatl Ulama (PC IPNU) Kabupaten Pamekasan. Di IPNU dia mendedikasikan jiwa dan raganya untuk kepentingan generasi bangsa di tingkat pelajar.

Badrut memilih turun ke bawah mengurusi para pelajar dengan memberikan mereka wawasan-wawasan keilmuan. Hal itu dianggap penting untuk keberlangsungan peradaban negeri lebih baik dan lebih maju lagi. Dia berpikir pelajar adalah tumpuan dan harapan terakhir saat bangsa dan negara mengalami keterpurukan, sebab di tangan para pelajarlah masa depan bangsa diamanatkan.

Baginya, dengan turun langsung ke tingkatan paling bawah, bisa memantau dan memastikan secara langsung bagaimana kondisi generasi bangsa saat ini. Dengan dibekali berbagai kemampuan dan pengetahuan, dia ingin pelajar bukan hanya belajar materi-materi teoritik, dia ingin pelajar hari ini mampu memiliki karakter pejuang, bukan hanya berjuang untuk dirinya sendiri akan tetapi juga berjuang demi kepentingan bangsa.

Meski sudah sarjana, pria asal Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan Pamekasan tersebut, memilih untuk menyibukkan diri dengan mendidik dan membina para pelajar dengan berbagai pelatihan dan kajian-kajian interaktif. Dengan begitu, dirinya berharap para pelajar tidak kebingungan saat dewasa nanti, ketika mereka dihadapkan dengan situasi dimana mereka harus menjadi agen perubahan sosial dan perubahan peradaban.

“Saya hanya berusaha memberikan yang terbaik semampu saya, karena menurut saya pelajar itu ibaratkan benih tumbuh-tumbuhan, jika tidak dirawat dengan baik maka mudah sekali mati, atau sekalipun tumbuh akan sulit berbuah,” ucap mantan Ketua PAC IPNU Tlanakan tersebut, Selasa (31/3/2020).

Kendati begitu, Badrud mengaku bukan tidak memiliki kesibukan dan tanggung jawab lain, dirinya disibukkan dengan berbagai tanggung jawab, baik tanggunng jawab keluarga maupun tanggung jawab sosial lainnya. Akan tetapi, kepeduliannya kepada generasi bangsa menuntutnya untuk mengorbankan segalanya.

Kemampuan dan kecakapannya dalam memimpin sebuah organisasi dipelajari semenjak dirinya berada di bangku sekolah. Dengan aktif di organisasi siswa intra sekolah (OSIS), Badurd mengaku belajar banyak hal tentang bagaimana mengatur dan mengembangkan organisasi.

Jiwa kepemimpinannya sudah terbangun semenjak berada di bangku sekolah, bahkan di IPNU sendiri dirinya memulai prosesnya semasa Komisariat IPNU Al-Falah. Suka dan duka turut mewarnai proses dan perjalanan hidupnya selama mengabdikan diri di Nahdlatul Ulama melalui IPNU. Bahkan dirinya mengaku pernah mengadakan rapat dengan pengurus IPNU lainnya di persawahan dikarenakan keterbatasan finansial yang dihadapinya dan dihadapi organisasinya.

Kendati demikian, hal itu tak membuat semangatnya surut untuk terus berjuang mewujudkan cita-cita para pendiri bangsa dan para pendiri Nahdlatul Ulama. Karena baginya, semakin keras proses yang dihadapi, maka akan semakin manis buah yang akan didapatkannya.

Tak pelak, dirinya mengibaratkan proses kehidupan pada buah mangga. Dimana setiap buah mangga pasti akan mengalami masa kecut terlebih dahulu sebelum kemudian berubah menjadi manis. Begitupun harapannya dibalik segala jerih payahnya selama ini dalam mengurusi IPNU.

“Bagi saya, yang terpenting bagaimana prosesnya, karena hasil itu adalah keputusan akhir yan menjadi wewenang dan hak prerogatif Tuhan, yang terpenting saya selalu berprasangka baik pada tuhan, dan yakin bahwa hasi tidak akan mengkhianati proses,” pungkas alumnus IAIN Madura tersebut. (pin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *