Melihat Keuletan Moh. Robi Nakhodai Anggels UIM

  • Whatsapp

          Kabarmadura.id/Pamekasan-Terkadang, sebagian harus merasakan rasa dilema untuk bisa aktif di organisasi dan fokus di bangku kuliah. Namun hal itu tidak dirasakan oleh kepada sosok Moh. Robi Ketua Association of English Students’ (Anggels) Universitas Islam Madura (UIM).

Khoyrul Umam Syarif, Pamekasan

Pria yang berasal dari Desa Montorna, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep itu, memiliki tekad kuat untuk terus belajar di sepanjang hidupnya. Meskipun diakuinya, hidup di desa terpencil yang terkadang kurang sadar tentang pentingnya pendidikan di perguruan tinggi, tidak lantas membuat dirinya patah arang. 

Kepada Kabar Madura, dirinya mengaku tidak pernah terfikir akan menjadi sosok yang diberi tanggung jawab dalam sebuah organisasi yang menaungi jurusan yang dia pilih di bangku kuliah.

Akan tetapi, tetapi terlepas dari proses panjangnya menjalani tanggung jawab besar itu, dirinya bersyukur, lantaran masih diberi kesempatan untuk menjadi bagian penting dari kampus yang dicintainya. 

“Saya bersyukur bisa menimba keilmuan di universitas ini,” ungkapnya, Selasa (21/1/2020). 

Putra dari pasangan almarhum Hasyim Asy’ari dan Rodiyah ini, memiliki komitmen besar untuk tidak mengesampingkan urusan kuliah dengan urusan organisasinya. Dirinya terus berupaya untuk menyelesaikan keduanya dengan baik.

“Keduanya (organisasi dan akademisi, red) harus sama-sama jalan,” tuturnya. 

Dijelaskan olehnya, dalam setiap aktivitasnya dalam berorganisasi, setiap langkah yang akan diambil harus selalu terukur, terutama dalam menentukan arah kebijakan program jangka panjang dan program jangka pendek di organisasi yang dipimpin.  

“Apapun yang dibutuhkan akan terus saya perjuangkan demi kontribusi terhadap jurusan saya,” paparnya. 

Pria kelahiran 24 Juli 1997 itu menyampaikan, punya misi besar kedepan dalam menakhodai organisasi intra kampus. Dirinya menjelaskan, sejatinya organisasi kemahasiswaan merupakan wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kapasitas, berupa aspirasi, inisiasi, atau gagasan-gagasan positif dan kreatif melalui berbagai kegiatan yang relevan dengan tujuan pendidikan nasional, sehingga pencapaiannya harus terus diusahakan. 

Karenanya, tanggung jawab terhadap program yang telah diproyeksikan harus selalu menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan akademik, menjaga amanah dengan sungguh-sungguh, melangsungkan keberlangsungan organisasi yang diembannya. 

“Dimanapun berada, saya akan terus belajar agar mendapatkan suatu hasil yang berbeda dan membanggakan, khususnya bisa membanggakan orang tua saya,” pungkasnya.  (pin)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *