Melihat Lebih Dekat Lakpesdam MWCNU Pragaan, Gencar Angkat Isu Lingkungan

(FOTO: KM/MOH RAZIN) PROAKTIF: Lakpesdam MWCNU Pragaan gencar mengadakan diskusi, kajian, hingga bedah buku untuk warga Sumenep.

KABARMADURA.ID | Sampai saat ini, Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) MWCNU Pragaan rutin menggelar kajian tentang wawasan kebangssaan, agama, termasuk isu-isu mengenai ancaman stabilitas kelestarian lingkungan hidup di Sumenep.

MOH. RAZIN, SUMENEP

Tidak hanya itu, Lakpesdam MWCNU Pragaan juga mengangkat tema kajian tentang Qonun Asasi NU. Di antaranya yang dibahas yaitu Surah Al-Hujurat ayat 13. Mereka juga pernah melaksanakan diskusi buku berjudul Menjerat Gus Dur dengan mendatangkan penulisnya langsung, yaitu Virdika Rizky Utama.

Bacaan Lainnya

Ketua Lakpesdam MWCNU Pragaan, Zubairi Hasyim,  mengatakan, selain kajian rutin setiap pekan, pihaknya juga sering mengadakan seminar yang melibatkan tokoh masyarakat, pemuda, dan tokoh politik.

Zubairi menjelaskan, rangkaian kegiatan Lakpesdam  bersentuhan dengan kepentingan umat secara umum. Karena menurutnya, lembaga tersebut peka terhadap situasi dan kondisi yang terjadi di tengah masyarakat. Selain itu, peran dan kontribusinya juga nyata.

“Misalnya kami pernah menggelar seminar tentang tambang fosfat, yang kebetulan di Kecamatan Pragaan sendiri kabarnya akan dikelola atau dikembangkan. Setelah ditimbang-timbang baik-buruknya, ternyata lebih condong ke arah buruk, makanya kami kaji bersama,” jelasnya.

Zubairi menambahkan, kajian diselenggarakan tidak hanya khusus untuk internal  Lakpesdam, namun juga seluruh Banom, mulai dari IPNU, IPPNU, PMII, GP Ansor, dan yang lainnya, termasuk masyarakat sekitar yang kerap kali dilibatkan.

Selain itu, ada kajian kerohanian, istighosah, dan program kerja tahunan seperti rencana membedah anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Sumenep.

“Kasus lingkungan misalnya, lalu bagaimana anak cucu kita kalau SDA-nya dikelola secara berlebihan, dikeruk terus menerus, dan sebagainya. Ketika alam dirusak, tinggal menunggu bencana, itu sudah rumus.” tutupnya.

Redaktur: Muhammad Aufal Fresky

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.