oleh

Melihat Perjuangan Atlet Lari Nasional Salwa Salsabila Zahra

Kabarmadura.id/Pamekasan-Salwa Salsabila Zahra, siswi sekolah dasar negeri (SDN) Pademawu Timur 2, merupakan siswi yang telah berhasil mengharumkan nama sekolahnya hingga tingkat nasional.

Salwa Salsabila Zahra atau yang biasa di panggil Zahra, mulanya tidak mengetahui akan bakat yang dimiliki. Namun tidak bagi guru pendidikan jasmani (penjas) di sekolahya.

Sejak duduk di bangku sekolah dasar, guru penjas dia, yakni pak Durrahman menyadari akan potensi yang dimiliki Zahra, sehingga tak henti-hentinya beliau melatih Zahra untuk semakin memperdalam bakat lari yang dimiliki.

Menginjak kelas dua SD, Zahra dipercaya untuk mewakili sekolahnya dalam lomba lari tingkat kabupaten dan berhasil membawa piala penghargaan sebagai juara tiga.

Hal itu merupakan permulaan yang bagus, hinggga pada kelas empat Zahra lagi-lagi menjadi utusan sekolahnya dan berhasil meraih juara dua tingakat provinsi.

Menyadari akan kemampuan Zahra, pihak sekolah mengutus Zahra untuk mengikuti lomba lari tingkat provinsi dan kembali berhasil dengan menjadi juara satu se Provinsi Jawa Timur.

Banyaknya kejuaraan yang berhasil diraih, Zahra mengantarkannya untuk mengikuti lomba lari tingkat nasional mewakili SDN Pademawu Timur.

Berkat tekad dan kedisiplinan dalam berlatih, Zahra berhasil meraih juara satu lomba lari tingkat nasional yang diadakan di Kota Semarang.

Zahra yang notabe berlatar belakang keluarga petani, dengan pencapaian prestasi itu, zahra berhasil membantu perekonomian keluarga.

Dengan menjuarai lomba lari tingkat nasional, Zahra mendapat tunjangan dari pemerintah.

“Sebagai orang tua saya sangat bangga dengan prestasi Zahra. Saya yang berasal dari keluarga petani sangat tidak menyangka anak saya bisa berhasil menjadi seorang atlet seperti sekarang ini, saya sangat bersyukur dan semoga Zahra terus bersemangat untuk mencapai apa yang dicita-citakan” ungkap ibunda Zahra, Senin (24/8/2020).

Zahra mengakui, di samping doa dan dukungan orang tua, prestasi yang diraih tak luput dari jasa guru bernama pak Durrahman, yang selama ini terus sabar dan istiqamah mengasah potensinya.

“Beliau tidak henti-henti melatih, mensuport dan mengasah kemampuan yang saya miliki hingga saya berhasil mengharumkan nama sekolah juga orang tua saya,” tutup Zahra penuh haru. (pin)

Komentar

News Feed