oleh

Melihat Sisi Lain Lomba Adu Cepat Hewan Piaraan

Karapan Kelinci, Hobi Dengan Nilai Jual Puluhan Juta

KM/MIFTAHUL ARIFIN-BERPACU: Tiga ekor kelinci kerap dipacu di sebuah landasan pacu di Desa Pagendingan Kecamatan Galis Pamekasan.
Karapan sapi mungkin sudah tidak asing lagi di mata masyarakat. Kini masyarakat di Bumi Ratu Pamelingan itu, tengah candu dengan lomba pacuan hewan piaraan yang lebih seru dari karapan sapi maupun karapan kambing. Ya, karapan si hewan mungil, yakni kelinci.
MIFTAHUL ARIFIN, GALIS

 

Pagi itu, terik matahari menyinari sebuah ladang kosong di salah satu sudut Desa Pagendingan Kecamatan Galis Pamekasan. Tampak dari kejauhan puluhan orang berdesak-desak sambil teriak menyoraki lintasan pacu dengan panjang sekitar 100 meter.

Di sisi lain lintasan pacu, terlihat sekelompok orang yang berada di bawah tenda kecil sedang disibukkan dengan beberapa hewan piaraan jenis kelinci. Tentunya, kesibukan sekelompok orang yang mayoritas laki-laki itu, bukan untuk mendandani hewan piaraan dengan ciri khas kuping panjang dan lebar itu, agar ikut kontes kecantikan hewan piaraan.

Akan tetapi, para pemilik hewan piaraan yang suka makan wortel itu, tengah sibuk mempersiapkan kelinci-kelinci mereka untuk diperlombakan dalam pacuan adu cepat di lintasan karapan di desa tersebut.

Pagi itu, ada sekitar 160 kelinci yang bersaing untuk berebut juara menjadi pelari tercepat dalam lomba yang digelar warga Desa Pagendingan. Menurut Muallim, salah seorang pecinta lomba kerapan kelinci, sebelum diadu di arena pacu, kelinci-kelinci tersebut diberi suguhan jamu kunyit yang dicampur dengan madu. Jamu tersebut diberikan agar tubuh kelinci berada dalam keadaan fit sehingga bisa berlari dengan cepat.

“Kelinci yang diperlombakan ini merupakan kelinci-kelinci pilihan, tentunya sudah dipersiapkan dan dilatih secara khusus oleh pemilik kelinci,” jelasnya, Rabu (20/3).

Lebih lanjut Muallim mengungkapkan, meski karapan kelinci sudah ada sejak awal-awal tahun 2000-an. Namun kerapan kelinci di desanya masih terbilang baru. Meski demikian, kelucuan kelinci dalam beradu cepat di lintasan menjadi pemicu semakin banyaknya peminat hewan piaraan tersebut.

Dikatakan, pria yang juga cinta otomotif itu, sebagaimana karapan sapi dan karapan kambing, pihak pelaksana lomba karapan kelinci juga menyediakan hadiah bagi para pemenangnya. Hadiah yang diberikan tak lain bersumber dari dana pendaftaran peserta.

Untuk besaran biaya pendaftaran pun bervariasi, tergantung pada jenis hadiah yang disediakan. Jika hadiahnya berupa kambing, pendaftaran cukup Rp30 ribu hingga Rp50 ribu. Sementara, jika hadiahnya sepeda motor, maka pendaftarannya bisa lebih besar, bahkan sampai Rp200 ribu.

Menurut Muallim, untuk bisa membuat lari kelinci lebih kencang, perlu perawatan secara intensif yang harus dilakukan oleh pemilik kelinci. Salah satunya, dengan cara memberi jamu atau memijat kelinci piaraannya secara rutin.

Perawatan yang rutin tak hanya mampu menjadikan kelinci berlari kencang. Akan tetapi, kelinci dengan perawatan yang bagus, tentunya dengan prestasi di arena kerapan yang gemilang, akan membuat harga kelinci yang diperlombakan meroket, jika dibandingkan dengan kelinci pada umumnya.

“Harganya bisa Rp2 juta per ekor. Bahkan yang sudah sering juara itu bisa puluhan juta harganya per ekor,” pungkasnya. (pai).

Komentar

News Feed