Memahami dan Mengenal Ilmu Psikologi

  • Whatsapp

Oleh: Ahmad Farisi*)

Psikologi sebagai sebuah disiplin keilmuan kiranya tak perlu diragukan lagi. Bahkan, di sebagian universitas-universitas yang ada di Indonesia, psikologi telah membentuk fakultas-nya sendiri. Hal ini menandakan bahwa ilmu psikologi, sebagai sebuah disiplin keilmuan, memiliki sisi penting tersendiri sebagaimana disiplin-disiplin ilmu yang lainnya untuk dipelajari dan dikaji secara komprehensif, seperti filsafat dan hukum, misalnya. William 

James, seorang filsuf berkebangsaan Amerika, yang merupakan salah satu pendiri psikologi modern, mendefinisikan psikologi sebagai “ilmu pengetahuan mengenai kehidupan mental”. Definisi tentang psikologi yang diberikan oleh filsuf yang juga dokter ini menjadi semacam pengantar bagi pendefinisian psikologi pada tahap selanjutnya dan hingga hari ini. Kala itu, layaknya seorang psikolog lainnya, William James secara khusus mulai mempelajari perasaan dan pikiran manusia, yang merupakan dunia fisik yang eksis dalam ruang dan waktu. 

Pada proses kerjanya, sebagai sebuah disiplin keilmuan, psikologi tidak bekerja dengan ruang kosong. Ada sejumlah metode-metode khusus yang digunakan untuk mengetahui kehidupan mental manusia. Misalnya, di antaranya adalah: pertama, eksperimen laboratorium, sebuah metode yang mencakup observasi terhadap otak manusia; kedua, eksperimen lapangan, sebuah metode pengujian terhadap hipotesis yang dilakukan di luar laboratorium dalam kondisi yang lebih alamiah; ketiga, metode korelasional, sebuah analisis data daripada pengumpulan data; keempat, pengamatan perilaku, dalam metode ini, perilaku objek dipertanyakan ulang, dan lalu didefinisikan dengan jelas. Pada metode ini, pengamatan harus benar-benar mewakili perilaku yang diteliti; 

Kelima, studi kasus, secara khusus, metode ini berguna untuk meneliti kerusakan otak, dan kemudian menjadikannya sebagai sebuah gagasan untuk penelitian lebih lanjut; keenam, penelitian kuisoner dan self-report, sebuah metode yang dilakukan dengan  menyediakan banyak data subyektif; ketujuh, survei, sebuah metode yang dilakukan dengan menghimpun sampling respons dari populasi di mana psikolog tertarik untuk meneliti; kedelapan, wawancara, metode yang terakhir ini adalah kegiatan memahami objek melalui sebuah sumber dari data kualitatif tentang perilaku manusia.

Dan penting pula untuk dicatat bahwa sebagai sebuah disiplin keilmuan, maka psikologi sama sekali tidak berdiri secara tunggal. Ia memiliki beberapa cabang keilmuan. Cabang-cabang itu misalnya; 1) abnormal, studi ilmu yang mempelajari disfungsi psikologis dan cara-cara untuk menanganinya; 2) perilaku, cabang keilmuan yang menekankan studi pada perilaku objek; 3) biologis (dan komparatif), studi ilmu psikologi mengenai spesies yang berbeda, pola pewarisan perilaku, dan mengenai pola penentuan perilaku; 4) kognitif, berfokus pada penemuan bagaimana informasi dikumpulkan, diproses, dipahami, dan dipergunakan; 5) organisme, studi tentang bagaimana organisme berubah selama rentang waktu usia mereka; 6) diferensiasi individual, cabang yang mempelajari kelompok manusia dalam jumlah besar; 7) fisiologis, berfokus pada pengaruh timbal balik di antara keadaan fisiologis dan psikologis; 8) sosial, cabang yang mempelajari perilaku sosial dan interaksi antar kelompok dan individu-individu (halaman 21).

Sedangkan disiplin keilmuan lainnya, yang merupakan saudara dekat ilmu psikologi, akan tetapi bukan bagian dari cabang ilmu psikologi, adalah psikiatri, psikoterapi dan neuro-psikologi. Secara hirarkis psikiatri merupakan cabang dari ilmu kedokteran yang menspesialisasikan dirinya dalam membantu orang untuk menanggulangi gangguan mental. Sedangkan psikoterapi adalah istilah yang luas yang merujuk pada banyaknya tipe tertentu secara khusus.  Berbeda lagi dengan neuro-psikologi. Neuro-psikologi ini juga berhubungan dengan ilmu psikologi, akan tetapi, sekali lagi, ia bukanlah cabang. Neuro-psikologi hanyalah sebuah istilah untuk menggambarkan kerjasama antara psikolog, psikometrik, psiko-fisiologis, dan psiko-linguistik.

Buku yang ditulis oleh Butler Gillian dan  Freda McManus ini memang hanya sekadar pengantar untuk memahami ilmu psikologi, akan tetapi dalam hemat saya lebih dari sekadar pengantar. Karena secara lebih dalam buku ini mampu mengajak pembacanya untuk masuk ke dalam apa yang disebut ilmu psikologi dan kemudian memahami dan mendefinisikan-nya secara komprehensif selaras dengan jalan yang telah digariskan oleh ilmu psikologi itu sendiri.

*) Pembaca buku asal Sumenep 

Judul buku : Psikologi: Sebuah Pengantar Singkat

Penulis : Butler Gillian dan  Freda McManus

Penerbit : IRCiSoD

Cetakan          : Oktober, 2021

Teba : 232 halaman

ISBN : 978-623-6166-69-7

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *