Memasuki Musim Hujan, DPRD Sumenep Desak Pengerjaan Proyek Normalisasi Sungai

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) TARGET: Memasuki musim hujan pengerjaan proyek normalisasi sungai di Sumenep perlu percepatan.

KABARMADURA.ID | SUMENEP -Memasuki musim hujan pengerjaan proyek normalisasi sungai menjadi sorotan. Legislatif mendesak agar pengerjaan dipercepat. Sebab, sampai saat ini terdapat beberapa pengerjaan diketahui belum seratus persen. Sehingga kondisi tersebut apabila tidak dipercepat dikhawatirkan rawan terjadinya banjir.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (SDA) Sumenep Chainur Rasyid melalui Kepala Bidang (Kabid) Waduk Sungai Pantai Noer Lisal Ambiyah mengatakan, proyek normalisasi sungai masih belum selesai seratus persen. Hal itu dikarenakan terkendala bahan materiil, termasuk adanya hujan.

“Jika ada hujan, proyek normalisasi sungai dihentikan dulu. Jika dilanjut maka akan berakibat fatal terhadap pengerjaaan kan,” katanya, Minggu (7/11/2021).

Menurut Lisal, saat ini proses pengerjaan proyek normalisasi sungai ada belum selesai dan sudah selesai seratus. Sebelumnya sudah ditargetkan semua proyek selesai pada pertengahan September 2021. Namun, tidak sesuai rencana.

“Target selesainya proyek normalisasi sungai paling lambat pertengahan November,” ujarnya.

Dikatakan Lisal, proyek normalisasi karena persiapan penangkal banjir pada musim hujan. Sehingga, meski hujan lebat, aliran sungai tidak penuh dan meluap. Untuk anggarannya senilai Rp1 miliar lebih.

Menurutnya, proyek normalisasi sungai tahun 2021 yakni, C1 senilai Rp179 juta, C3 senilai Rp179 juta, Sungai Sokrah senilai Rp179 juta, C7 senilai Rp90 juta yang pengerjaanya hampir 98 persen, Sungai Sarokah senilai Rp179 juta, Sungai Ambat senilai Rp179 juta, Sungai Patrean senilai Rp179 juta hampir selesai, dan Sungai Kalianjuk senilai Rp179 juta sudah selesai.

“Proyek normalisasi sungai untuk mempermudah saluran air ketika musim hujan,” ucap dia.

Sementara itu, anggota Komisi III DPRD Sumenep Akhmad Zainur Rakhman mendesak, agar pengerjaan proyek normalisasi sungai dipercepat. Sebab, hal tersebut sangat penting dalam mengantisipasi banjir

“Pengerjaan proyek normalisasi sungai perlu percepatan. Jika perlu kebut siang dan malam,” tuturnya.

Secara terpisah, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Sumenep Usman Kholid mengatakan, awal November sudah memasuki musim hujan. Sementara puncak musim hujan pada Januari hingga Februari tahun 2022 mendatang.

“Hati-hati dan waspada pada musim hujan. Karena sangat mengancam jiwa manusia,” ucapnya.

Reporter: Imam Mahdi

Redaktur: Mohammad Khairul Umam

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *