Memasuki Musim Penghujan, BPBD Pamekasan Tidak Bisa Prediksi Banjir

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ ALI WAFA) RAWAN BANJIR: Sungai di Jalan Trunojoyo Pamekasan belum dilakukan pengerukan sehingga menyebabkan rawan banjir.

KABARMADURA.ID, Pamekasan – Memasuki musim penghujan, seharusnya Kabupaten Pamekasan memiliki trauma tersendiri. Sebab, sepanjang sejarah berdirinya daerah dengan slogan bumu gerbang salam kerap dilanda banjir besar hingga setinggi 2 meter.

Kendati begitu, pemkab belum memiliki langkah antisipasi jitu untuk penanganan banjir maupun penanggulangannya.. Bahkan, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan Akmalul Firdaus mengaku  tidak bisa memprediksi banjir, Minggu (25/10/2020).

Bacaan Lainnya

Pihaknya menegaskan hanya melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait banjir dan penanggulangannya.  Sehingga masyarakat bisa mengantisipasi datangnya banjir dan mengerti tanggap darurat bencana. Namun, sosialisasi tersebut dilakukan dua tahun yang lalu.

Bahkan tidak memiliki tugas dalam hal melakukan upaya meminimalisir dan mengantisipasi banjir. Instansinya hanya bertanggung jawab atas langkah-langkah setelah terjadinya banjir. “Tugas kami hanya pra dan pasca bencana,” ujarnya.

Dia tidak memberikan bantuan sembako kepada korban banjir. Sebab, masyarakat membutuhkan sembako saat banjir lantaran tidak bisa memasak. Sehingga, lebih efektif diberi bantuan makanan siap saji.

Kendati begitu, tidak memiliki persiapan khusus,, bahkan penanggulangan tersebut hanya akan dilakukan spontanitas pada saat banjir terjadi dengan dibuatkan dapur umum. Menurutnya, tidak ada anggaran khusus untuk penanggulangan banjir.

Pihaknya hanya memanfaatkan anggaran tidak terduga dalam anggaran yang diterimanya dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Meski begitu, selalu berkomunikasi intens dengan pihak  badan meteorologi, klimatologi, dan geofisika (BMKG) mengenai pergantian musim.

“Komunikasi kami dengan BMKG tidak hanya saat musim hujan,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Pamekasan Syafiuddin meminta pemerintah untuk sigap terhadap musim hujan tahun ini. Menurutnya, Pamekasan tidak pernah dikenal dengan daerah yang rawan banjir. Namun, tahun kemarin menjadikan daerah harus berbenah dan mengevaluasi.

“Harus belajar dari kejadian tahun kemarin, jangan sampai terjadi lagi banjir seperti kemarin,” tukasnya. (ali/ito)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *